
Ambon, Fakta64.com — Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Ambon dan Provinsi Maluku dalam kondisi aman.
Perusahaan juga melakukan percepatan distribusi ke sejumlah SPBU guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat pasca libur Idulfitri dan menjelang libur panjang Hari Paskah. Langkah antisipatif ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah dan instansi terkait yang telah digelar pada 25 dan 27 Maret 2026.
Koordinasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan layanan energi, terutama pada momen meningkatnya aktivitas masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menyampaikan, bahwa stok BBM di wilayah Maluku tetap terjaga, termasuk di terminal utama.
“Stok di Integrated Terminal Wayame sebagai terminal utama dalam kondisi aman, begitu juga dengan fuel terminal lain di Maluku. Kapal suplai yang membawa BBM juga masih sandar sesuai jadwal untuk mengisi kembali stok,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Senin, (30/3/2026).
Dijelaskan, peningkatan konsumsi BBM saat ini dipicu oleh kembalinya aktivitas masyarakat pada Senin (30/3), yang menjadi hari pertama efektif bekerja dan bersekolah setelah masa libur dan cuti bersama Idulfitri.
“Untuk itu, Pertamina terus melakukan pemantauan intensif terhadap stok di SPBU serta mempercepat distribusi dari fuel terminal,” jelasnya.
Menurutnya, lonjakan pembelian di SPBU tidak berarti stok mengalami kekosongan.
“Adanya lonjakan di SPBU tidak berkorelasi dengan kosongnya stok. Kami pastikan stok tetap aman dan distribusi terus berjalan,” tegasnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying. Perilaku tersebut dinilai dapat mengganggu kelancaran sistem distribusi energi.
“Pasokan tetap berjalan normal. Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap tertib, dan kami akan memastikan distribusi dilakukan secara berkala demi ketersediaan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di 135. (F64)
