
Halmahera Tengah, Fakta64.com — Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU wilayah Halmahera Tengah dalam kondisi aman dan dijual sesuai dengan ketentuan harga resmi yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di sejumlah SPBU. Hasilnya, stok BBM masih tersedia dan tidak ditemukan adanya pelanggaran harga di lapangan.
“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke SPBU. Stok masih tersedia dan tidak ada pelanggaran penjualan di atas harga yang telah ditetapkan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM hanya di lembaga penyalur resmi. Hal ini penting guna menjamin kualitas produk, ketepatan takaran, serta kesesuaian harga jual sesuai ketentuan di Provinsi Maluku Utara.
“Adapun rincian harga BBM yang berlaku saat ini, yakni Solar Subsidi sebesar Rp6.800 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, dan Dexlite Rp14.500 per liter.
Sementara itu, antrean yang sempat terjadi di beberapa SPBU disebut sebagai dampak meningkatnya aktivitas masyarakat pascalibur. Namun, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan stok BBM,” ungkapnya.
Dijelaskan, antrean terjadi karena aktivitas masyarakat kembali normal, bukan karena kekurangan stok. Penyaluran BBM ke SPBU tetap dilakukan setiap hari dan dalam kondisi aman.
Pertamina kembali menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap bertransaksi di SPBU, Pertashop, maupun lembaga penyalur resmi lainnya guna menghindari harga yang tidak sesuai.
“Pertamina tidak dapat bertanggung jawab atas kualitas maupun harga BBM yang dijual di luar lembaga penyalur resmi kami,” tegasnya.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135. (F64)
