
Piru, Fakta64.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru menunjukkan respons cepat dalam menangani temuan kasus Tuberculosis (TBC) pada salah satu warga binaan.
Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan penghuni lapas tetap terjaga sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kasus tersebut terungkap setelah petugas kesehatan Lapas Piru menerima hasil pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dari Laboratorium Puskesmas Kairatu pada Rabu (1/4) sekitar pukul 10.30 WIT.
Sebelumnya, sampel dahak warga binaan yang diduga terinfeksi telah dikirim untuk pemeriksaan lanjutan sehari sebelumnya.
Hasil uji laboratorium menunjukkan MTB Detected Medium dengan Rifampicin Resistance Not Detected, yang mengindikasikan adanya infeksi TBC tanpa resistensi terhadap obat utama.
Perawat Lapas Piru, Suryani, menjelaskan, bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan awal begitu hasil diterima. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan, meliputi pengukuran berat badan, pengecekan gula darah sewaktu yang menunjukkan hasil normal, serta skrining penyakit lain seperti HIV dan sifilis.
“Hasilnya, warga binaan tersebut negatif HIV namun positif sifilis. Kami segera memberikan edukasi terkait penyakit yang diderita serta program pengobatan yang akan dijalani selama enam bulan ke depan,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, warga binaan berinisial S menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat yang diberikan.
Dirinya, mengaku siap menjalani seluruh rangkaian pengobatan hingga sembuh.
Sebagai langkah pencegahan, Seksi Keperawatan Lapas Piru langsung berkoordinasi dengan jajaran keamanan untuk melakukan isolasi sementara terhadap yang bersangkutan.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Hendro Suatrian, menegaskan, bahwa langkah tersebut merupakan bentuk mitigasi guna mencegah penularan di dalam lapas.
Hal senada disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Arifin Arif, yang memastikan kondisi lapas tetap aman dan terkendali.
Dirinya, menekankan, langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kesehatan sekaligus keamanan warga binaan.
Kepala Subseksi Perawatan, Williams Lellapary, menjelaskan, pihaknya akan terus memantau proses pengobatan hingga tuntas sesuai standar medis yang berlaku.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan layanan kesehatan optimal.
Dirinya, juga, memastikan koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat terus dilakukan agar penanganan berjalan maksimal.
“Penanganan cepat ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menjaga kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Pihak lapas pun mengimbau seluruh warga binaan untuk disiplin mengikuti program pengobatan agar proses penyembuhan berjalan optimal serta mencegah penularan lebih lanjut. (F64)
