
Ambon, Fakta64.com – Bank Indonesia terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksya) sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat perekonomian nasional, termasuk di daerah.
Dalam kegiatan literasi ekonomi syariah, disampaikan bahwa sektor eksyar global menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Nilai transaksi konsumen muslim global tercatat mencapai USD 2,43 triliun pada tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.
Narasumber materi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Athufail Araafi Soeripto, menyampaikan, Indonesia sendiri semakin memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam ekonomi syariah global. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan berbagai sektor unggulan, seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim, serta keuangan syariah yang terus menunjukkan kinerja positif.
“Pada tahun 2025, ekspor produk makanan dan minuman halal Indonesia tercatat mencapai USD 53,4 miliar, dengan pertumbuhan sektor pariwisata ramah muslim sebesar 8,04 persen (year on year),” ucapnya dalam pemaparan didepan awak media di salah satu hotel di kota ambon, Selasa, (14/4/2026).
Menurutnya, sementara itu, sektor keuangan syariah nasional juga tumbuh sebesar 9,66 persen.
Meski demikian, pengembangan ekonomi syariah nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan dan kualitas bahan baku halal, inovasi model bisnis keuangan syariah, serta rendahnya tingkat literasi masyarakat.
Dijelaskan, sebagai respons, Bank Indonesia telah merumuskan sejumlah strategi utama, di antaranya penguatan ekosistem produk halal, akselerasi integrasi keuangan komersial dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
Upaya peningkatan literasi menjadi fokus penting, mengingat tingkat literasi ekonomi syariah masyarakat pada 2025 baru mencapai 50,18 persen.
“Berbagai program edukasi pun terus digencarkan melalui pendekatan omnichannel, pelatihan kepada tokoh masyarakat, hingga penyelenggaraan festival ekonomi syariah.
Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong penerapan gaya hidup halal (halal lifestyle) sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah. Konsep ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari konsumsi makanan dan minuman halal, penggunaan produk keuangan syariah, hingga pariwisata ramah muslim,” ungkapnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, ia menambahkan, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia. (F64)
