
Malteng, Fakta64.com – SMA Negeri 3 Maluku Tengah menggelar simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) selama dua hari sebagai langkah mematangkan kesiapan peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Kepala sekolah SMA N 3 Malteng, Jolanda Koda, S.Pd., M.Pd, mengatakan, simulasi tidak hanya diarahkan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menjawab soal, tetapi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, ketelitian, konsentrasi, manajemen waktu, kemampuan bernalar hingga kesiapan mental.
“Pada hari pertama, peserta didik mengikuti simulasi dengan mekanisme yang dibuat menyerupai pelaksanaan TKA. Mereka dibekali pemahaman mengenai tata tertib, prosedur, penggunaan perangkat, hingga teknis pengerjaan,” katanya.
Dijelaskan, suasana sekolah pun berubah. Peserta didik dituntut fokus membaca setiap instruksi, memahami soal dan menentukan strategi pengerjaan dalam batas waktu yang tersedia.
“Guru dan panitia melakukan pendampingan secara terstruktur dengan tetap menjaga pelaksanaan simulasi berlangsung tertib, objektif dan kondusif.
Memasuki hari kedua, peserta didik mulai menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan mekanisme yang telah dijalani sebelumnya. Pengalaman pada hari pertama menjadi bahan untuk memperbaiki strategi, mengatur waktu, menentukan prioritas soal dan menjaga konsentrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan, bagi pihak sekolah, pelaksanaan hari kedua sekaligus menjadi bahan untuk melihat perkembangan kesiapan peserta didik setelah memperoleh pengalaman langsung melalui simulasi.
Dia menambahkan, bukan Sekadar Latihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 3 Maluku Tengah membangun kesiapan peserta didik secara lebih menyeluruh. Sebab, menghadapi asesmen akademik tidak cukup hanya dengan penguasaan materi. Peserta didik juga membutuhkan kemampuan mengelola waktu, berpikir kritis, menjaga fokus dan menghadapi tekanan selama proses pengerjaan.
Hasil simulasi nantinya, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi guru dan sekolah untuk memetakan kemampuan peserta didik, sekaligus mengidentifikasi materi maupun kompetensi yang masih perlu diperkuat.
Dia menambahkan, persiapan menghadapi TKA membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pembiasaan, pendampingan, evaluasi serta kolaborasi antara sekolah, guru, peserta didik dan orang tua menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa.
Karena itu, simulasi dua hari tersebut tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menuju pelaksanaan TKA yang sebenarnya.
Lebih lanjut, dikatakan, melalui kegiatan tersebut, SMA Negeri 3 Maluku Tengah juga terus mendorong terbentuknya budaya akademik yang membuat peserta didik terbiasa menghadapi tantangan secara disiplin dan bertanggung jawab.
“Setiap soal yang dikerjakan menjadi pengalaman. Setiap kesalahan menjadi bahan evaluasi. Dan setiap proses menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta didik,” tuturnya.
Pihak sekolah berharap, pengalaman melalui simulasi TKA dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus mendorong mereka untuk terus memperkuat kemampuan akademik.
“Kolaborasi seluruh warga sekolah menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, panitia hingga peserta didik,” harapnya.
SMA Negeri 3 Maluku Tengah menegaskan, komitmennya untuk terus memberikan ruang bagi peserta didik agar berkembang menjadi generasi yang berbudaya, inovatif, berakhlak mulia dan berprestasi.
Simulasi TKA selama dua hari menjadi salah satu langkah konkret sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan akademik dengan lebih matang.
Hari ini berlatih, esok lebih siap menghadapi tantangan.
SMA Negeri 3 Maluku Tengah — Maju Bersama, Hebat Semua.
(F64)
