
Ambon, Fakta 64.com – Respons cepat PT PLN dalam menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun.
Watubun menilai kecepatan PLN merespons persoalan di lapangan menjadi indikator penting dalam menjaga mutu pelayanan kelistrikan, terutama di Maluku yang memiliki karakter geografis kepulauan.
Apresiasi itu disampaikan Watubun dalam rapat gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD Provinsi Maluku bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku, PT Telkomsel, dan PT PLN Maluku di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Selasa (22/9/2026).
“Apresiasi positif bagi PT PLN wilayah Maluku-Malut, khususnya UP3 Maluku di bawah pimpinan Pak Ramly Malawat, selaku Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan, atas kontribusinya dalam membahas persoalan infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi,” kata Watubun.
Menurutnya, persoalan pelayanan publik di Maluku tidak dapat ditangani dengan pola kerja biasa. Bentang wilayah yang terdiri atas pulau-pulau dengan akses yang tidak selalu mudah membutuhkan respons yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Hal itu penting, karena kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau membutuhkan penanganan pelayanan yang cepat dan terukur,” ujarnya.
Watubun menegaskan, berbagai persoalan infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi yang muncul di tengah masyarakat akan menjadi catatan DPRD Maluku untuk ditindaklanjuti dalam agenda evaluasi.
Pembahasan tersebut, kata dia, juga akan menjadi salah satu bahan DPRD dalam merumuskan dan mengawal usulan pembangunan kepada pemerintah pusat.
Tak Sekadar Listrik, Akses Internet Juga Mendesak
DPRD Maluku juga menyoroti pentingnya penguatan sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, PLN, dan perusahaan telekomunikasi.
Watubun berharap kolaborasi lintas lembaga tidak berhenti pada rapat dan pembahasan, tetapi berlanjut pada langkah konkret untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
“Sinergi lintas lembaga dinilai diperlukan untuk mendorong pemerataan akses listrik dan internet hingga ke wilayah-wilayah terpencil,” ungkapnya.
Menurut Watubun, penguatan infrastruktur listrik dan telekomunikasi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketersediaan listrik dan jaringan internet yang memadai tidak hanya memperlancar konektivitas, tetapi juga mendukung pelayanan publik serta membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Bagi Maluku, pemerataan akses tersebut menjadi kebutuhan mendasar agar masyarakat di wilayah terpencil tidak terus menghadapi kesenjangan layanan dibandingkan daerah yang berada di pusat-pusat perkotaan. (F64)
