
Ambon, Fakta64.com – Sebanyak 144 Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat resmi menuntaskan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Namun, kelulusan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari ujian sesungguhnya untuk membuktikan profesionalisme, disiplin, dan loyalitas sebagai prajurit TNI AD.
Penegasan itu disampaikan Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., saat memimpin upacara penutupan pendidikan di Lapangan Sepak Bola Eriwakang, Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (26/10/2026).
Upacara berlangsung dengan rangkaian pengambilan sumpah prajurit, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus dimulainya tanggung jawab baru bagi para Bintara yang akan mengemban tugas di lingkungan TNI AD.
Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan tidak boleh terlena dengan keberhasilan yang telah diraih. Tantangan yang lebih besar justru menanti ketika mereka mulai menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Mereka dituntut mampu menjadi prajurit profesional, pemimpin berkarakter, serta petarung tangguh yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas negara.
Bintara Jadi Tulang Punggung Satuan
Pangdam menyoroti posisi strategis Bintara dalam struktur TNI AD. Bukan sekadar pelaksana perintah, Bintara juga menjadi penghubung penting antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Karena itu, kemampuan teknis semata tidak cukup. Para Bintara dituntut memiliki disiplin tinggi, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan memimpin dan membina prajurit di lingkungan satuannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari konsistensi menjalankan tugas, menjaga kehormatan institusi, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Pangdam juga mengingatkan agar para Bintara terus mengembangkan kemampuan diri, mengikuti pendidikan lanjutan dengan sungguh-sungguh, serta menunjukkan dedikasi sebagai bagian dari keluarga besar TNI AD, khususnya Kodam XV/Pattimura.
Kebanggaan Keluarga, Tanggung Jawab Prajurit
Di balik keberhasilan 144 Bintara tersebut, terdapat kebanggaan orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan mereka hingga menyandang status sebagai prajurit TNI AD.
Pangdam berpesan agar kebanggaan itu dijaga melalui karier yang dibangun dengan prestasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalankan setiap amanah.
Perhatian khusus juga diberikan kepada prajurit siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan, termasuk mereka yang berstatus yatim piatu, anak tukang ojek, dan keluarga kurang mampu. Pangdam menyampaikan ucapan selamat secara langsung sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral terhadap perjuangan mereka.
Pesan ini menegaskan bahwa latar belakang sosial bukanlah satu-satunya penentu masa depan. Kesungguhan, ketekunan, dan komitmen dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang prajurit.
Atraksi Prajurit Warnai Penutupan Pendidikan
Penutupan pendidikan turut dimeriahkan dengan sejumlah atraksi yang memperlihatkan kemampuan dan keterampilan para prajurit. Penampilan display drumband Ksatria Petarung Prima, peragaan Sparko, demonstrasi Taekwondo, hingga simulasi pembebasan tawanan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Suasana semakin cair ketika Pangdam bersama para Pejabat Utama (PJU) Kodam XV/Pattimura dan para mantan siswa Secaba turut bergoyang mengikuti irama musik. Momen tersebut menghadirkan suasana kebersamaan di tengah seremoni militer yang berlangsung khidmat.
Mengakhiri arahannya, Pangdam menekankan pentingnya membentuk prajurit TNI yang prima, bermental petarung, dan siap menghadapi tantangan tugas.
Bagi 144 Bintara Infanteri yang baru menyelesaikan pendidikan, upacara ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Inilah awal pembuktian bahwa sumpah prajurit harus diwujudkan dalam tindakan nyata, disiplin yang konsisten, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara. (F64)
