
Ambon, Fakta64.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest tahun 2026 yang digelar di Pattimura Park, Kamis (16/4/2026).
Event ini merupakan kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Kota Ambon.
Gubernur dalam sambutannya, memberikan apresiasi terhadap sinergi antara ekonomi syariah dan digitalisasi yang dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Gubernur mengungkapkan, perekonomian Maluku pada triwulan IV tahun 2025 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,44 persen secara year on year.
Capaian tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga melalui penguatan sektor ekonomi strategis.
“Capaian ini harus kita kawal melalui penguatan sektor ekonomi berkelanjutan, di mana ekonomi syariah dan digitalisasi menjadi instrumen utamanya,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa ekonomi syariah kini tidak lagi sekadar konsep keagamaan, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam menciptakan keadilan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM serta perluasan akses pasar.
Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran juga dinilai sebagai kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi serta memperluas inklusi keuangan di tengah masyarakat.
“Digitalisasi adalah kebutuhan. Dengan sistem pembayaran yang modern, kita menciptakan efisiensi ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Gubernur.
Gubernur berharap momentum Salam Fest dan Digifest ini dapat memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan Maluku.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Kawasan Timur Indonesia serta Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI).
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah sekaligus mendorong penggunaan QRIS sebagai pilar utama digitalisasi sistem pembayaran.
“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang lebih modern. Melalui Salam Fest dan Digifest, kami mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di sektor modest fashion dan halal food, agar lebih kompetitif dan memiliki akses pembiayaan yang lebih luas,” jelasnya.
Usai seremoni pembukaan, Gubernur bersama Dhita Aditya Nugraha meninjau sejumlah booth UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
Berbagai agenda strategis turut digelar dalam event ini, mulai dari peluncuran program digitalisasi, edukasi ekonomi syariah, hingga pameran produk unggulan UMKM lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Lewerissa, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Maluku, serta pelaku perbankan dan akademisi. (F64)
