
Ambon, Fakta64.com – Pihak Kodam XV/Pattimura akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas TNI AD di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon.
Klarifikasi tersebut disampaikan Kapendam XV/Pattimura, Heri Krisdianto, menyusul maraknya pemberitaan serta beredarnya rekaman CCTV yang memicu perhatian publik.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIT. Saat itu, konvoi truk TNI AD yang mengangkut calon siswa (casis) melintas dengan pengawalan resmi Polisi Militer. Insiden bermula ketika sebuah sepeda motor ojek daring yang dikendarai JS (49) diduga mencoba memasuki jalur konvoi di depan kantor Jasa Raharja, hingga terjadi senggolan dengan truk terakhir dalam rombongan.
Akibat kejadian tersebut, penumpang motor berinisial SKP (14) mengalami cedera serius di bagian panggul dan harus menjalani perawatan intensif. Korban kemudian dirujuk ke RSUP Leimena untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Menanggapi kegaduhan yang timbul di masyarakat, pihak Kodam XV/Pattimura menyampaikan permohonan maaf serta menegaskan komitmen penuh dalam menangani korban.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Empati masyarakat menjadi perhatian serius kami, dan sejak hari pertama kami berupaya membantu korban secara maksimal,” ujar Krisdianto.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Kodam XV/Pattimura telah memberikan santunan awal sebesar Rp25 juta kepada keluarga korban.
Selain itu, hingga memasuki hari ke-41 perawatan, pihak TNI terus memantau perkembangan kondisi kesehatan korban.
Kapendam menjelaskan, kondisi Shakira saat ini menunjukkan perkembangan positif pasca-operasi. Korban telah sadar penuh, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mulai menjalani latihan berjalan sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Dukungan juga datang dari prajurit TNI yang secara sukarela mendonorkan puluhan kantong darah guna membantu kelancaran operasi. Koordinasi intensif antara Kakesdam XV/Pattimura dan tim dokter pun terus dilakukan demi memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Meski dikategorikan sebagai musibah, proses hukum tetap berjalan. Sopir truk yang terlibat telah diproses sesuai ketentuan yang berlaku, sementara kendaraan yang digunakan saat kejadian masih diamankan di Pomdam XV/Pattimura sebagai barang bukti.
“Kami terbuka untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga apabila masih terdapat kendala selama masa pengobatan. Ini adalah bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen kemanusiaan kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar, serta mematuhi aturan lalu lintas, khususnya dalam memberikan prioritas kepada kendaraan yang mendapat pengawalan resmi sesuai peraturan perundang-undangan.
Kodam XV/Pattimura berharap insiden ini menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi. (F64)
