
Buatkan narasi berita versi media online
Ambon, Fakta64.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan aturan pembatasan penggunaan kantong plastik usai terjadi lonjakan harga kresek yang terjadi di pasar dalam beberapa waktu terakhir.
“Kondisi ini harus direspons dengan adaptasi masyarakat, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Kalau harga plastik naik, mari kita kurangi penggunaannya. Kearifan lokal kita dari dulu sudah mengajarkan, seperti pakai daun untuk bungkus makanan,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, di Ambon, Rabu.
Wali Kota menyebutkan, kenaikan harga plastik tidak terlepas dari dampak kondisi geopolitik global yang ikut mempengaruhi berbagai sektor, termasuk distribusi dan bahan baku.
“Kita diperhadapkan dengan banyak hal akibat kondisi geopolitik, dampaknya terasa sampai ke daerah. Termasuk kenaikan sewa mobil kontainer dan plastik,” ujarnya.
Pemkot Ambon, lanjutnya, akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan kajian teknis sebelum mengeluarkan imbauan, surat edaran, hingga kemungkinan peraturan wali kota (perwali).
Di sisi lain, lonjakan harga kantong plastik kresek juga dikeluhkan para pedagang di Pasar Mardika Ambon. Harga plastik bahkan naik hingga 50 persen sejak awal April 2026.
Untuk ukuran satu kilogram, harga yang sebelumnya sekitar Rp16 ribu per 10 pak kini melonjak menjadi Rp26 ribu hingga Rp30 ribu. Sementara ukuran tiga kilogram naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per 10 pak.
Kondisi ini memaksa pedagang membatasi penggunaan kantong plastik kepada pembeli guna menekan biaya operasional.
Selain kenaikan harga plastik, pedagang juga mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat akibat tingginya harga kebutuhan pokok. Salah satunya cabai rawit yang masih berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram.
Pemkot Ambon mengimbau masyarakat mulai beralih ke penggunaan bahan ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang, sekaligus menekan dampak ekonomi akibat lonjakan harga plastik dan menjaga kelestarian lingkungan di Kota Ambon. (F64)
