
Ambon, Fakta64.com — Dukungan terhadap percepatan pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela terus menguat. Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan proyek strategis tersebut harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat lokal, khususnya warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai daerah tempat proyek berlokasi.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat menerima kunjungan Forum Masyarakat Tanimbar Maluku di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Senin (6/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyambut agenda besar pembangunan Blok Masela, termasuk rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku, Jan Atremax Terry, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Gubernur untuk berdialog secara langsung.
Forum, kata Terry, menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan pelaksanaan groundbreaking Blok Masela.
Menanggapi dukungan tersebut, Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada Forum Masyarakat Tanimbar.
Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh adat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi masuknya investasi berskala besar di Maluku.
Namun, dukungan terhadap investasi tersebut, menurut Gubernur, harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.
“Sikap Pemerintah Provinsi Maluku tidak pernah berubah,” tegasnya, dengan memastikan investasi Blok Masela memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, terutama masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Lewerissa menyebut terdapat tiga prinsip utama yang terus diperjuangkan Pemprov Maluku dalam memastikan keberadaan proyek Blok Masela memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat.
Pertama, prioritas tenaga kerja lokal. Pemerintah mendorong agar putra-putri daerah mendapatkan kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.
Kedua, pemanfaatan produk pangan lokal. Kebutuhan pangan selama berlangsungnya aktivitas proyek diharapkan dapat dipenuhi dengan melibatkan petani dan nelayan Maluku, sehingga perputaran ekonomi tidak berhenti di kawasan proyek, tetapi ikut dirasakan pelaku usaha dan masyarakat di daerah.
Ketiga, program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang tepat sasaran.
Gubernur menegaskan CSR tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut harus diarahkan pada kebutuhan riil masyarakat, terutama pendidikan vokasi, kesehatan, peningkatan keterampilan, serta penguatan kesejahteraan.
Bagi Lewerissa, pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton ketika investasi besar masuk ke daerah.
Pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi, lanjutnya, harus dipersiapkan sejak dini agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan untuk mengisi peluang pekerjaan yang muncul seiring berkembangnya proyek Blok Masela.
Di sisi lain, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kolaborasi dan membangun komunikasi yang konstruktif dalam mendukung investasi tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadapi berbagai narasi negatif yang berpotensi mengganggu proses pembangunan dengan informasi yang objektif dan dialog terbuka.
Blok Masela bukan sekadar proyek investasi, tetapi dipandang sebagai momentum strategis untuk mengubah struktur ekonomi Maluku.
Lewerissa menilai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela merupakan kesempatan bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku, mengingat skala investasi yang akan masuk.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar manfaat proyek tidak hanya terlihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga terukur melalui peningkatan kesempatan kerja, tumbuhnya usaha lokal, pemanfaatan produk daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap momentum pembangunan Blok Masela dapat menjadi pengungkit transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku bersama jajaran. (F64)
