
Ambon, Fakta64.com — Pembangunan Masjid Quba Al-Bayan di Soa Hautuna, Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, memasuki tahapan penting.
Pencanangan pemasangan atap pertama atau AHA Poputi berlangsung di pelataran masjid, Sabtu (4/7/2026).
Momen tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Anggota DPR RI Dapil Maluku Saadiah Uluputty, Wakil Bupati Maluku Tengah, Kapolda Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Direktur Utama PD Panca Karya, Guru Besar Universitas Pattimura Prof. M.J. Sapteno, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, Forkopimcam Leihitu, Upulatu Negeri Seith, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, perempuan dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Lewerissa memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan, para donatur dan seluruh masyarakat Negeri Seith yang terus menjaga semangat gotong royong dalam proses pembangunan rumah ibadah tersebut.
Menurut Gubernur, AHA Poputi bukan sekadar tahapan pembangunan secara fisik, tetapi memiliki makna yang lebih luas. Pemasangan atap menjadi simbol kebersamaan, kekompakan masyarakat sekaligus bagian dari penguatan syiar Islam di Negeri Seith.
Istilah AHA Poputi sendiri merupakan sebutan lokal masyarakat Negeri Seith untuk proses pemasangan atap. Secara filosofis, atap dimaknai sebagai pelindung yang menaungi jamaah dan menghadirkan keteduhan bagi umat.
“Saya berharap masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah yang megah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan moral masyarakat yang membawa kesejukan bagi lingkungan sekitar,” kata Lewerissa.
Ia menegaskan, keberadaan masjid memiliki fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan serta ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Karena itu, pembangunan Masjid Quba Al-Bayan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian bangunan secara fisik. Masjid tersebut didorong menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Negeri Seith dan sekitarnya.
Di penghujung sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat hidup orang basudara hingga seluruh tahapan pembangunan masjid rampung.
Lewerissa juga berharap, setiap tenaga, waktu dan harta yang telah diwakafkan dalam pembangunan Masjid Quba Al-Bayan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga dan pembangunan masjid dikawal bersama agar nantinya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran umat,” pesannya.
Pencanangan AHA Poputi pun menjadi penanda bahwa pembangunan Masjid Quba Al-Bayan tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik bangunan, tetapi juga pada gotong royong dan partisipasi masyarakat yang menjadi fondasi utama berdirinya rumah ibadah tersebut. (F64)
