
Ambon, Fakta64.com — Keterbatasan akses pasar dan minimnya dukungan investasi menjadi tantangan bagi UMKM di Maluku untuk berkembang dan bersaing.
Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala, mendesak pemerintah memperkuat fasilitasi usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang investasi bagi pelaku usaha lokal.
Dorongan itu disampaikan Sangkala saat menghadiri Maluku Manggurebe 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Maluku di Taman Pattimura, Ambon, pada 8–10 Oktober 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan Maluku Manggurebe selama enam tahun berturut-turut menjadi momentum strategis untuk mempromosikan produk lokal sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas.
“Pemerintah harus hadir untuk memberdayakan UMKM agar tetap berkembang. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan akses pasar yang memadai sehingga produk mereka mampu bersaing,” ujar Sangkala kepada wartawan saat meninjau stan pameran UMKM, Jumat (9/10/2026).
Ia menegaskan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pameran dan promosi. Pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan, kemudahan fasilitasi, serta akses investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.
Sangkala berharap Maluku Manggurebe mampu menarik lebih banyak investor untuk berkolaborasi dengan UMKM di Maluku. Sinergi pemerintah, perbankan, investor, dan pelaku usaha dinilai penting agar potensi produk lokal tidak berhenti pada ajang promosi, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan daerah. (F64)
