
Ambon, Fakta64.com — Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mempercepat transformasi digital dan memperluas pasar agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pembukaan Maluku Manggurebe 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku di Taman Pattimura, Ambon, pada 8–10 Oktober 2026.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, kegiatan ini dinilai menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH, LL.M, melalui Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi digital bagi pelaku usaha agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing”, festival ini memperkuat sinergi pemerintah daerah dan BI dalam mendorong digitalisasi transaksi sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Salah satu indikator perkembangan ekonomi digital di Maluku terlihat dari pertumbuhan volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dilaporkan mencapai 629,8 persen hingga Agustus 2026.
Lonjakan tersebut menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas transaksi nontunai, meningkatkan efisiensi usaha, dan menjangkau konsumen melalui ekosistem bisnis digital yang semakin terintegrasi.
Namun, transformasi digital perlu diikuti dukungan nyata masyarakat terhadap produk lokal. Gubernur mengajak masyarakat untuk membeli, menggunakan, dan memperkenalkan produk asli Maluku agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Produk tenun, olahan perikanan, hingga rempah-rempah khas Maluku dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing apabila didukung inovasi, promosi berkelanjutan, dan perluasan jaringan pemasaran.
Maluku Manggurebe 2026 menghadirkan pameran produk UMKM, peragaan busana, serta kurasi produk sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha untuk menunjukkan kreativitas tanpa meninggalkan identitas dan nilai tradisi daerah.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi UMKM Maluku untuk tumbuh naik kelas, memperluas pasar, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” harap Gubernur.
Pembukaan Maluku Manggurebe 2026 ditandai dengan penekanan tuas kapal sebagai simbol komitmen, sinergi, dan dukungan untuk mendorong produk UMKM Maluku berlayar menuju pasar nasional hingga global.
Penyelenggaraan tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada pameran, tetapi berlanjut pada peningkatan transaksi, perluasan pasar, dan penguatan daya saing pelaku usaha Maluku. (F64)
