
Ambon, Fakta64.com — Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku masa bakti 2026–2030 mendapat mandat besar untuk mendorong kebangkitan prestasi tenis meja di daerah.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, kemajuan tenis meja tidak cukup hanya mengandalkan talenta. Pembinaan atlet sejak usia dini, kompetisi yang berkelanjutan, serta tata kelola organisasi yang profesional harus menjadi fondasi utama.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie pada Musyawarah dan Pelantikan Pengurus PTMSI Provinsi Maluku masa bakti 2026–2030 di Aula Lantai 5 Gedung DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon, Senin (20/7/2026).
Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum PTMSI Provinsi Maluku Hong Arta John Alfred bersama seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.
Menurut Lewerissa, PTMSI memiliki posisi strategis dalam membina, mengembangkan, sekaligus meningkatkan prestasi tenis meja di Maluku. Olahraga tersebut bukan hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga membentuk konsentrasi, kecepatan berpikir, sportivitas, serta kemampuan bekerja sama.
“Pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Ini adalah langkah awal dari sebuah perjuangan dan komitmen bersama untuk mencetak prestasi gemilang di bidang olahraga,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda.
Tiga Fokus Utama
Gubernur kemudian menitipkan tiga agenda utama kepada jajaran PTMSI Maluku.
Pertama, pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas. Proses pencarian dan pengembangan bibit potensial diminta dilakukan secara berjenjang melalui sekolah maupun klub-klub tenis meja di seluruh kabupaten dan kota.
Kedua, kompetisi dan turnamen harus diperbanyak. Menurut Gubernur, jam terbang pertandingan menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan kemampuan atlet, sekaligus menjadi ruang untuk menjaring talenta yang diproyeksikan memperkuat Maluku di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kejuaraan bergengsi lainnya.
Ketiga, pembenahan organisasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan atlet. PTMSI diminta membangun tata kelola yang solid, profesional, transparan, dan akuntabel.
“Jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi internal. Terapkan manajemen organisasi yang transparan dan profesional. Kita harus buktikan bahwa PTMSI Provinsi Maluku mampu mencetak atlet yang bersaing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus mendukung pengembangan olahraga, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Menurutnya, peningkatan prestasi olahraga tidak dapat dibebankan kepada organisasi cabang olahraga semata. Sinergi pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus cabang olahraga, klub, sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Karena itu, kepengurusan PTMSI periode 2026–2030 diharapkan tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan program pembinaan benar-benar melahirkan atlet muda yang kompetitif dan mampu membawa nama Maluku ke panggung nasional hingga internasional.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Perwakilan Kodam XV Pattimura, Perwakilan Kodaeral IX Ambon, Wakil Sekretaris Pengurus Besar PTMSI Rupolof Patiasina, Ketua KONI Provinsi Maluku M.A.S. Latuconsina, Ketua Umum PTMSI Provinsi Maluku Hong Arta John Alfred, para ketua PTMSI kabupaten/kota se-Maluku, serta jajaran pengurus PTMSI Provinsi Maluku. (F64)
