
Ambon, Fakta64.com — Pemerintah Provinsi Maluku mulai memperketat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Kewaspadaan tersebut mengemuka setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon memaparkan prakiraan musim hujan (PMH) untuk wilayah Maluku.
Informasi cuaca dan musim tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Maluku untuk memetakan potensi risiko sekaligus menyiapkan langkah mitigasi di masing-masing wilayah.
Pembahasan berlangsung dalam rapat yang dipimpin Asisten II Sekda Maluku, Kasrul Selang, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku, Kamis (8/10/2026).
Rapat diikuti secara luring maupun daring oleh BPBD, BMKG, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, TNI/Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kasrul menegaskan, informasi yang disampaikan BMKG bukan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat, melainkan menjadi peringatan dini agar pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.
“Ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi menjadi informasi bagi kita semua agar dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat harus bersama-sama menghadapi kondisi ini,” ujar Kasrul.
Menurutnya, pemaparan BMKG memberikan gambaran mengenai karakteristik musim di sejumlah zona wilayah Maluku, termasuk perkiraan awal musim hujan dan durasinya.
Informasi tersebut dinilai penting karena hingga saat ini masih terdapat wilayah yang menghadapi kondisi kering dan berpotensi mengalami kebakaran hutan maupun lahan.
Pemprov Maluku kemudian akan meminta BPBD memperkuat koordinasi dengan OPD dan instansi teknis terkait. Langkah tersebut mencakup sektor kehutanan, pertanian, pekerjaan umum hingga kesehatan.
Koordinasi lintas sektor diperlukan agar informasi prakiraan cuaca tidak berhenti pada pemantauan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah kesiapsiagaan dan mitigasi di lapangan.
Kabut Asap Ambon Jadi Perhatian
Selain ancaman karhutla dan kekeringan, kondisi kabut asap yang belakangan menyelimuti sejumlah kawasan di Ambon turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kasrul menjelaskan, sumber asap tidak selalu berasal dari wilayah Pulau Ambon. Pergerakan angin memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa hingga ke Ambon dan kemudian memengaruhi jarak pandang serta aktivitas penerbangan.
Kondisi ini membuat pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan dampak terhadap masyarakat dapat ditekan.
Di tengah kondisi tersebut, Kasrul meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi cuaca yang beredar tanpa sumber yang jelas.
Ia mengimbau masyarakat menjadikan kanal resmi BMKG sebagai rujukan utama untuk memperoleh informasi mengenai cuaca, musim, maupun potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami berharap masyarakat rajin melihat informasi, tetapi informasi yang betul. BMKG akan terus menyampaikan informasi melalui kanal-kanal resmi yang tersedia,” ujarnya.
Pemprov Maluku memastikan informasi BMKG akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pemerintah menghadapi perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan ke depan.
“Informasi dari BMKG ini akan menjadi acuan kita untuk mengambil langkah-langkah ke depan. Intinya, kita harus siap dan melakukan antisipasi bersama,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Maluku beserta jajaran, Kepala BMKG beserta jajaran, pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Maluku, TNI/Polri, serta stakeholder terkait. (F64)
