
Ambon, Fakta64.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi kunci agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi dan proyek-proyek strategis di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Lewerissa saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026 sekaligus Dies Natalis ke-VIII Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Selasa (27/10/2026).
Menurut Lewerissa, tantangan pembangunan Maluku ke depan bukan sekadar mendatangkan investasi, tetapi memastikan masyarakat lokal memiliki kompetensi dan keterampilan untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang ekonomi yang tercipta.
Ia menilai, perubahan global yang berlangsung cepat, perkembangan teknologi, serta meningkatnya persaingan antarnegara menuntut dunia pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kita harus terbuka terhadap perkembangan dunia dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Jika kita tidak berubah dan tidak mempersiapkan diri, kita akan kesulitan bersaing dengan masyarakat dan negara lain,” ujarnya.
Blok Masela dan Bendungan Way Apu, Sejauh Mana SDM Lokal Siap?
Lewerissa menyoroti pengembangan Blok Masela dan pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru sebagai bagian dari peluang strategis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku.
Berbagai proyek tersebut diharapkan membuka lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memberikan dampak terhadap sektor produktif, termasuk pertanian.
Namun, peluang pembangunan itu perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Tanpa peningkatan kompetensi, masyarakat Maluku berisiko tidak memperoleh manfaat optimal dari berbagai proyek yang berkembang di daerahnya sendiri.
Karena itu, peningkatan mutu pendidikan, penguasaan teknologi, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja menjadi agenda penting yang harus diperkuat.
Perguruan tinggi pun dituntut tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga memastikan ilmu pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Investasi Harus Berdampak, Bukan Sekadar Masuk
Selain kesiapan SDM, Gubernur Maluku itu menekankan pentingnya investasi yang bertanggung jawab dan mematuhi ketentuan perundang-undangan.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Maluku harus memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang keterlibatan pelaku usaha lokal, serta mendorong transfer teknologi untuk memperkuat kapasitas dan daya saing tenaga kerja daerah.
Dengan demikian, pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya proyek atau nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan sejauh mana masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Pesan tersebut menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu faktor penting dalam memastikan peluang pembangunan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.
161 Lulusan IAKN Ambon Diharapkan Berkontribusi
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 161 wisudawan dan wisudawati IAKN Ambon resmi menyelesaikan pendidikan sarjana dan pascasarjana.
Lewerissa berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, baik di bidang pendidikan, pelayanan keagamaan, aparatur sipil negara (ASN), maupun berbagai profesi di sektor swasta.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater, menjalankan tanggung jawab secara profesional, serta berkontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Wisuda tersebut tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga momentum bagi para lulusan untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah di tengah tuntutan kompetensi dan persaingan dunia kerja yang terus berkembang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama RI, Rektor beserta civitas akademika IAKN Ambon, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Ambon, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kota Ambon, serta perwakilan LLDIKTI Wilayah XII Maluku. (Diskominfo Maluku)
