
Ambon, Fakta64.com — Pemerintah Kota Ambon memperketat pemantauan kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah kota.
Dinas Kesehatan diminta mengoptimalkan pengawasan melalui seluruh puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa penetapan status darurat kesehatan belum diputuskan. Pemerintah masih mengumpulkan data dan memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan warga sebelum menentukan langkah lanjutan.
Hal itu disampaikan Bodewin usai memimpin apel pagi di Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
“Kita terus memantau. Saya sudah bilang dengan Dinas Kesehatan, pantau lewat puskesmas. Kita lihat perkembangan dulu,” kata Bodewin.
Menurutnya, status darurat kesehatan dapat dipertimbangkan apabila kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan dampak terhadap masyarakat. Namun, berdasarkan koordinasi awal dengan Dinas Kesehatan, kondisi kesehatan warga yang terpantau masih dalam kategori normal.
“Dalam situasi tertentu, kita bisa tetapkan status darurat kesehatan atau tidak. Tapi ini saya sudah cek Dinas Kesehatan, masih dalam kondisi yang normal,” ujarnya.
Bodewin menyebut, laporan dari puskesmas dan rumah sakit akan menjadi dasar penentuan kebijakan. Pemerintah akan mencermati jumlah warga yang memeriksakan diri, terutama mereka yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap.
Dinkes Siaga, Masker Disiapkan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Norimarna, mengatakan pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan ISPA akibat memburuknya kualitas udara.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pembagian masker kepada masyarakat, termasuk melalui sekolah-sekolah. Seluruh puskesmas juga diminta meningkatkan pemantauan kasus serta memastikan kesiapan tenaga kesehatan dalam menangani warga terdampak.
Johan menyebut Dinas Kesehatan berada pada posisi siaga 1. Kesiapan peralatan pendukung penanganan gangguan pernapasan di setiap puskesmas turut menjadi perhatian untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien.
Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya.
Pemkot Ambon kini berpacu dengan perkembangan kondisi udara dan laporan kesehatan warga. Meski status darurat kesehatan belum ditetapkan, pemantauan intensif menjadi langkah awal untuk memastikan potensi dampak kabut asap tidak berkembang menjadi krisis kesehatan masyarakat. (F64)
