
Jakarta, Fakta64.com – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengajak warga Maluku di perantauan menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan lintas agama maupun budaya.
Ajakan tersebut disampaikan Benhur saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di kediaman Ketua Umum FPMM, Umar Ohoitenan atau Umar Kei, kawasan Binalindung, Pondok Gede, Sabtu (19/9/2026) malam.
Benhur menilai, Maulid Nabi tidak semata menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat silaturahmi dan menjaga ikatan sosial warga Maluku yang berada di tanah rantau.
“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku, kami menyampaikan ribuan terima kasih. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan wadah silaturahmi yang menyatukan segala perbedaan warga Maluku di tanah rantau,” ujar Benhur.
Ia mengapresiasi konsistensi Umar Kei bersama keluarga dalam menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang dinilai turut memperkuat kebersamaan warga Maluku, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Menurut Benhur, keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui akhlak, sikap saling menghormati, serta kemampuan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Kekuatan kekeluargaan ini terus kita bangun, tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya. Kita tunjukkan bahwa warga Maluku senantiasa menjaga kerukunan dan harmonisasi bangsa,” tegasnya.
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Sesepuh dan Pembina FPMM M. Thaher Hanubun, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, anggota DPD RI Bisri Asidiq Latuconsina, anggota DPRD DKI Jakarta Ongen Sangadji, serta perwakilan Gubernur Maluku S.I. Patta.
Hadir pula mantan Kasum ABRI Letjen Purn. Suaidy Marasabessy, jajaran ulama dan habaib, tokoh masyarakat, serta perwakilan perantau dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan Jabodetabek.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi terus menjadi ruang konsolidasi sosial warga Maluku di perantauan sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam menjaga persatuan bangsa. (F64)
