
Ambon, Fakta64.com – Upaya pelestarian ekosistem laut di Maluku terus diperkuat. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menginisiasi gerakan konservasi bertajuk Harmoni Laut Ambon di kawasan Negeri Laha, Kota Ambon.
Program tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati bawah laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, menjelaskan, wilayahnya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata selam unggulan di Indonesia. Keunikan biota laut, seperti ikan endemik frogfish, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun demikian, dirinya, mengingatkan bahwa kondisi ekosistem laut saat ini menghadapi tekanan serius akibat pencemaran sampah dan kerusakan terumbu karang.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Afik Tuasikal, menyoroti aktivitas kapal yang kerap menjatuhkan jangkar sembarangan sebagai salah satu penyebab utama kerusakan terumbu karang.
“Dampak dari praktik tersebut tidak hanya merusak struktur karang, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem laut,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Minggu, (05/04/2026).
Menurutnya, dalam pelaksanaannya, restorasi dilakukan menggunakan dua metode, yakni spider web dan umbrella web.
Dijelaskan, instruktur selam dari Spice Island Resort, Anwar Madea, metode ini diterapkan dengan menanam sekitar 50 bibit terumbu karang pada kedalaman sekitar 20 meter dari garis pantai.
Menurutnya, tak hanya fokus pada rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga mengangkat potensi wisata melalui lomba fotografi bawah laut. Sebanyak 18 penyelam turut ambil bagian, termasuk peserta dari luar negeri, sebagai bentuk promosi keindahan bawah laut Ambon ke kancah global.
Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager Pattimura, Febri Nur Faizin, menegaskan, bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, ke depan, Pertamina akan terus memperluas area restorasi terumbu karang. Dengan kondisi terumbu yang sehat, diharapkan habitat biota laut tetap terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Negeri Laha.
Dijelaskan, Program Harmoni Laut Ambon menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan komunitas dalam menjaga ekosistem laut, sekaligus memperkuat posisi Ambon sebagai salah satu destinasi selam unggulan dunia. (F64)
