
AMBON, Fakta64.com – Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Maluku periode 2023-2027 di Gedung J. Leimena, Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Kamis (4/6/2026).
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru PODSI Maluku yang kini dipimpin Muhammad Ulwan Talaohu sebagai Ketua dan Novel Elminerodengan sebagai Sekretaris, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengukuhan Restrukturisasi dan Reposisi Personalia PODSI Maluku Masa Bakti 2023-2027.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PODSI Maluku itu mengusung tema “Membangun Olahraga Dayung Maluku yang Berprestasi, Berdaya Saing, dan Bermartabat.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua Umum KONI Maluku Sam Latuconsina, Pembina Olahraga Dayung Maluku yang juga Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, serta unsur pengurus olahraga, pelatih, dan atlet.
Dalam sambutannya, Laksdya TNI Edwin yang juga menjabat Wakil Ketua Umum I PB PODSI menegaskan, bahwa kepengurusan baru harus mampu memperkuat organisasi sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet dayung Maluku.
Menurutnya, organisasi olahraga yang kuat harus dibangun di atas perencanaan yang matang, sumber daya manusia yang kompeten, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi berkelanjutan.
“Organisasi yang kuat harus didukung perencanaan program yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi yang berkelanjutan,” tegas Edwin.
Ia menilai Maluku memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kekuatan olahraga dayung nasional. Karena itu, pengurus baru diminta memperkuat konsolidasi organisasi, membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan KONI, serta menggandeng sektor swasta guna mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan secara rutin.
Ia, juga, menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi cabang olahraga dayung ke depan, termasuk persiapan atlet menuju Asian Games 2026 di Jepang dan target jangka panjang menembus prestasi Olimpiade.
“Kita memiliki tantangan besar ke depan, termasuk mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games 2026 di Jepang serta target jangka panjang meraih prestasi pada ajang Olimpiade,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, bahwa kebangkitan prestasi olahraga menjadi salah satu agenda prioritas Pemerintah Provinsi Maluku selama periode kepemimpinannya 2025-2030.
Hendrik secara terbuka mengakui prestasi olahraga Maluku dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dibandingkan sejumlah daerah lain. Namun, kondisi tersebut harus menjadi momentum evaluasi dan pembenahan menyeluruh.
“Kita harus jujur melihat fakta bahwa prestasi olahraga Maluku mengalami kemunduran. Tetapi itu harus menjadi pemacu untuk menggerakkan seluruh energi dan sumber daya guna membangkitkan kembali kejayaan olahraga Maluku,” ujar orang nomor satu di Maluku ini.
Menurut Hendrik, olahraga dayung memiliki akar historis dan kultural yang kuat di Maluku sebagai daerah maritim. Tradisi melaut dan berbagai lomba perahu yang hidup di tengah masyarakat menjadi modal besar untuk melahirkan atlet-atlet dayung berprestasi.
“Dayung sesungguhnya ada dalam DNA masyarakat Maluku. Tradisi melaut dan berbagai lomba perahu yang berkembang di masyarakat menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet dayung berprestasi,” ungkap Hendrik.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Maluku, kata Hendrik, tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan prestasi.
Ia juga memastikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku akan digelar pada 2027 sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Kita ingin atlet yang dikirim benar-benar hasil pembinaan dan memiliki peluang berprestasi. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara serius sejak sekarang,” tegas Hendrik.
Pelantikan pengurus baru PODSI Maluku diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus momentum kebangkitan olahraga dayung di daerah yang selama ini dikenal memiliki tradisi maritim kuat dan potensi atlet yang besar. (F64)
