
AMBON, Fakta64.com – Provinsi Maluku dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/6/2026).
Forum strategis yang mempertemukan perwakilan pemerintah provinsi se-Indonesia ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua Dewan Pakar APPSI Prof. Ryaas Rasyid, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdi, unsur Forkopimda Maluku, Direktur Eksekutif APPSI Ismiati, Sekretaris Daerah Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, para narasumber, serta tamu undangan lainnya.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Maluku sebagai tuan rumah penyelenggaraan FGD APPSI 2026.
Menurut Gubernur, Maluku bukan sekadar lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh daerah yang memiliki komitmen membangun Indonesia.
“Keberagaman karakteristik, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap provinsi harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kolaborasi, bukan menjadi pembatas,” ujar Lewerissa.
Ia mengibaratkan, laut Maluku yang menghubungkan ribuan pulau sebagai simbol persatuan dan kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah daerah.
“Forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional,” tegas Lewerissa.
Sementara itu, Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan, APPSI memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurut Mas’ud, berbagai isu strategis pembangunan dapat dibahas secara bersama melalui forum APPSI untuk melahirkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Pada tahun 2026, APPSI mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan global sekaligus upaya mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah.
Mas’ud, mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antardaerah dan pengembangan sektor-sektor produktif.
“Integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Mas’ud.
Melalui FGD APPSI 2026, pemerintah provinsi se-Indonesia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi jembatan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat. (F64)
