
Ambon, Fakta64.com — Pengembangan usaha tambak udang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, yang dikaitkan dengan H. Abdullah Vanath, dinilai memiliki prospek besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Tak hanya menyentuh sektor usaha dan perikanan, keberadaan tambak udang juga berpeluang menjadi ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengambil jurusan perikanan dan budidaya perikanan.
Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, usaha tersebut dapat menciptakan mata rantai ekonomi dari hulu hingga hilir. Mulai dari persiapan tambak, pemeliharaan, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan udang, proses panen hingga distribusi dan pemasaran.
Dampaknya tidak hanya dirasakan tenaga kerja yang terlibat langsung. Aktivitas tambak juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, penyediaan sarana produksi, perdagangan, pengolahan hasil perikanan hingga jasa lainnya.
Peluang Kerja untuk Masyarakat Lokal
Potensi terbesar dari pengembangan tambak udang adalah terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan usaha.
Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari geliat investasi di daerah, tetapi dapat mengambil peran dalam proses produksi sekaligus memperoleh keterampilan baru di bidang budidaya perikanan.
Kondisi ini juga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda SBT untuk mendapatkan pekerjaan di daerah sendiri tanpa harus mencari penghidupan ke luar daerah.
Apabila kapasitas produksi berkembang dan mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor, usaha tambak udang juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperkuat posisi SBT sebagai salah satu daerah potensial pengembangan budidaya perikanan di Maluku.
Bisa Jadi Laboratorium Lapangan Siswa SMK
Manfaat pengembangan tambak udang tidak berhenti pada aspek ekonomi. Sektor ini juga dapat menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Maluku.
Melalui kerja sama antara pengelola tambak, sekolah dan pemerintah daerah, kawasan budidaya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi praktik kerja lapangan bagi siswa SMK, terutama jurusan perikanan dan budidaya perikanan.
Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai berbagai tahapan budidaya udang, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pemeliharaan, pencegahan penyakit, pemantauan pertumbuhan hingga penanganan hasil panen.
Pengalaman tersebut penting untuk mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Dengan pola seperti itu, SMK tidak sekadar mencetak lulusan dengan kemampuan teoritis, tetapi juga tenaga muda yang memiliki keterampilan praktis dan memahami standar kerja di industri perikanan.
Lebih jauh, keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi lulusan untuk bekerja di perusahaan perikanan maupun mengembangkan usaha budidaya secara mandiri.
Namun, pemanfaatan tambak sebagai lokasi praktik harus dibangun melalui kerja sama yang jelas. Aspek keselamatan kerja, pendampingan tenaga profesional, kurikulum praktik dan standar operasional harus menjadi bagian penting agar kegiatan benar-benar memberikan manfaat pendidikan.
Dunia Usaha dan Pendidikan Harus Berjalan Bersama
Pengembangan perikanan di SBT membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan masyarakat.
Sebab, keberhasilan sebuah usaha tidak semata diukur dari besarnya produksi atau keuntungan, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas ekonomi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat dan memperkuat sumber daya manusia lokal.
Dalam konteks itu, tambak udang dapat menjadi lebih dari sekadar unit produksi. Jika dikelola dengan pendekatan yang inklusif, kawasan tersebut bisa menjadi ruang tumbuhnya tenaga kerja muda sekaligus pusat pembelajaran bagi pendidikan vokasi.
Potensi perikanan SBT yang besar perlu diikuti dengan pengelolaan yang profesional, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan pun menjadi penting agar pertumbuhan sektor perikanan tidak berjalan sendiri, tetapi ikut melahirkan generasi muda Maluku yang terampil, produktif dan siap bersaing di dunia kerja. (NI)
