
Ambon, Fakta64.com — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku.
Kontribusi sektor ini terlihat dari aktivitas produksi, perdagangan, penyerapan tenaga kerja, hingga perputaran uang di tengah masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat mencapai 5,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan capaian periode sebelumnya sebesar 5,16 persen.
Menurut Sadali, aktivitas UMKM menjadi salah satu faktor yang ikut menggerakkan perekonomian daerah. Ketika pelaku usaha meningkatkan produksi dan penjualan, kebutuhan terhadap bahan baku, tenaga kerja, transportasi, serta jasa pendukung turut meningkat. Rantai aktivitas tersebut mendorong perputaran ekonomi dan membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.
“Ini menandakan bahwa pergerakan ekonomi melalui UMKM memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa UMKM tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi pelaku usaha, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai lapisan masyarakat. Namun, angka pertumbuhan 5,31 persen merupakan capaian ekonomi Maluku secara keseluruhan dan tidak dapat diartikan sebagai kontribusi UMKM semata tanpa data sektoral yang terukur.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku mengapresiasi pelaksanaan Maluku Manggurebe yang telah memasuki tahun keenam. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus mendorong UMKM bertransformasi menjadi UKM modern, dengan kualitas produk, kapasitas produksi, dan pemasaran yang semakin kuat.
Tantangannya bukan sekadar meningkatkan jumlah UMKM, melainkan memperbesar skala usaha dan nilai tambah produknya. Dengan akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan global, UMKM berpeluang meningkatkan omzet, menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku secara berkelanjutan. (F64)
