
Dobo, Fakta64.com — Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memasang target besar bagi daerahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Maluku.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru harus menjadikan gelar juara umum sebagai tujuan bersama pada pelaksanaan MTQ mendatang.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat menyambut kepulangan 20 peserta Kafilah MTQ XXXII Tingkat Provinsi Maluku di Lantai II BPKAD Kepulauan Aru, Jumat (4/7/2026).
“Itu harus menjadi target kita bersama. Ini adalah awal yang baik dan saya percaya suatu saat Kabupaten Kepulauan Aru bisa menjadi juara umum,” tegas Buapati.
Menurut Bupati, capaian kafilah Aru pada MTQ XXXII patut diapresiasi. Dari 20 peserta yang diberangkatkan, sebanyak 15 orang berhasil meraih penghargaan di berbagai cabang lomba. Capaian tersebut dinilainya sebagai bukti bahwa generasi muda Aru memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi.
Namun, Ia, mengingatkan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipahami sebagai ajang mengejar piala atau prestasi semata. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi ruang pembinaan generasi Qurani yang mengenal, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita hanya mengejar juara dengan membayar orang untuk berlomba, maka nilai pengamalan Al-Qur’annya akan hilang. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita mengenal, mencintai, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bupati menilai keberhasilan 15 peserta meraih penghargaan harus menjadi pemantik semangat bagi anak-anak Aru lainnya untuk ikut ambil bagian dalam MTQ pada masa mendatang.
Ia optimistis jumlah peserta dari Kepulauan Aru akan terus meningkat.
“Hari ini kita berangkatkan 20 peserta, saya yakin ke depan bisa menjadi 40 peserta. Bahkan sudah ada anak kita yang lolos mewakili Maluku ke tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa anak-anak Aru mampu bersaing,” tuturnya.
Di hadapan panitia dan jajaran terkait, Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan yang lebih baik bagi para peserta MTQ.
Ia meminta agar kebutuhan peserta, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan, benar-benar diperhatikan.
“Saya tidak ingin lagi mendengar keluhan seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya. Semua kebutuhan peserta harus dipenuhi dengan baik karena mereka membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Aru,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Aru, Drs. Muhammad Djumpa, mengatakan pelaksanaan MTQ tidak semata-mata bertujuan mengejar prestasi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Djumpa, yang juga menjabat Wakil Bupati Kepulauan Aru, berharap generasi muda tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajarannya, terutama dalam menjaga akhlak, persatuan, dan kedamaian.
“Al-Qur’an mengajarkan kita tentang akhlak mulia, kasih sayang, dan perdamaian. Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan sehingga Maluku tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” jelasnya.
Ia juga melaporkan bahwa dari 20 peserta yang diberangkatkan ke MTQ XXXII Tingkat Provinsi Maluku, sebanyak 15 peserta berhasil memperoleh penghargaan atau sekitar 75 persen dari total kafilah.
“Alhamdulillah, ini capaian yang sangat membanggakan. Ada peserta yang meraih Juara I, Juara II, terbaik kedua, juara harapan, dan berbagai penghargaan lainnya. Hari ini mereka pulang membawa kebanggaan bagi Kabupaten Kepulauan Aru,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru turut menyerahkan bonus kepada para juara MTQ yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Maluku.
Kegiatan penyambutan tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Adolof Pokar, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, orang tua peserta, serta tamu undangan lainnya. (F64)
