
Tanimbar, Fakta64.com – Menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, seluruh aspek pendukung terus dimatangkan.
Tak hanya pengamanan, kesiapan pasokan listrik, jaringan komunikasi, hingga layanan internet menjadi perhatian utama agar agenda kenegaraan berlangsung tanpa kendala.
Komitmen tersebut ditunjukkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto yang turun langsung meninjau sejumlah titik strategis di lokasi kegiatan pada Rabu (15/7/2026).
Peninjauan dilakukan di lokasi utama groundbreaking, jalur yang akan dilalui Presiden, helipad, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari pengecekan akhir untuk memastikan seluruh sistem pendukung siap beroperasi secara optimal saat kunjungan kepala negara.
“Keberhasilan kunjungan Presiden bukan hanya ditentukan oleh pengamanan. Seluruh fasilitas pendukung, termasuk listrik, komunikasi, dan jaringan internet, harus dipastikan berfungsi dengan baik. Tidak boleh ada celah sedikit pun,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Menurut Pangdam, seluruh unsur yang terlibat telah bekerja secara terpadu sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Selain memastikan aspek keamanan, perhatian juga diberikan terhadap berbagai kebutuhan teknis yang berpotensi memengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan.
“Semua sudah bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Persiapan terus kita matangkan sehingga pada hari pelaksanaan seluruh agenda dapat berjalan sukses tanpa hambatan,” ujarnya.
Groundbreaking PSN Blok Masela menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mendorong percepatan investasi sektor energi nasional. Proyek ini juga diproyeksikan menjadi tonggak baru pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada seremoni tersebut diharapkan menjadi penanda dimulainya pembangunan proyek energi berskala nasional yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku. (F64)
