
Ambon, Fakta64.com — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Berbagai kegiatan digelar untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan civitas akademika.
Salah satu kegiatan yang digelar yakni jalan sehat yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIT. Para peserta menempuh rute dengan melintasi Jembatan Merah Putih sebelum akhirnya finis di lapangan Universitas Pattimura Ambon.
Pantauan Fakta64.com, kegiatan tersebut diikuti pimpinan, pejabat, dosen dan civitas akademika dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Pattimura.
Salah satu fakultas yang turut ambil bagian adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS), yang selama ini menjadi salah satu fakultas dengan animo masyarakat cukup tinggi untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pattimura.
Dekan FEBIS, Prof. Dr. Teddy Christianto Leasiwal, S.E., M.Si., bersama jajaran pejabat fakultas, dosen dan civitas akademika ikut terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Semarak HUT RI kemudian dilanjutkan dengan lomba memasak yang melibatkan seluruh fakultas di lingkungan Universitas Pattimura. Lomba tersebut mengangkat kuliner khas Maluku, yakni papeda dan ikan kuah kuning.
Menariknya, Dekan FEBIS yang akrab disapa Pa Teddy turut turun langsung dalam lomba tersebut. Dengan cekatan, ia ikut mengolah makanan khas Maluku yang menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Maluku.
Prof. Teddy menegaskan, kuliner tradisional seperti papeda dan ikan kuah kuning bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Makanan khas Maluku ini, papeda dan kuah kuning harus kita jaga dan lestarikan,” kata Prof. Teddy.
Menurutnya, keberagaman kuliner yang dimiliki setiap daerah merupakan salah satu keunikan Indonesia. Setiap wilayah memiliki makanan khas dengan cita rasa, bahan dan cara pengolahan yang berbeda-beda.
“Karena di setiap daerah, makanan khas daerah berbeda-beda. Dan ini merupakan keunikan dari bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai, momentum perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Keterlibatan pimpinan, dosen dan civitas akademika dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan HUT RI di Universitas Pattimura tidak hanya sebatas seremoni. Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui olahraga, kebersamaan, kreativitas dan pelestarian budaya lokal.
Dari jalan sehat melintasi Jembatan Merah Putih hingga lomba memasak papeda dan ikan kuah kuning, keluarga besar Universitas Pattimura menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan sekaligus menjadi ruang untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa. (F64)
