
Taniwel, Fakta64.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bergerak cepat meredam pertikaian antara warga Desa Patahuwe dan Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Sebanyak 92 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk mencegah bentrokan kembali pecah dan memastikan keamanan masyarakat, Jumat (11/9/2026).
Personel gabungan tersebut terdiri dari jajaran Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, Brimob, serta Koramil Taniwel. Aparat melakukan penyekatan, memisahkan konsentrasi massa, sekaligus mengimbau warga dari kedua desa kembali ke wilayah masing-masing.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan situasi di lokasi mulai terkendali. Meski demikian, aparat tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.
“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegas Rositah dalam keterangan resminya yang diterima Fakta64.com.
Menurut Rositah, Kapolres SBB bersama Kabag Ops, para Kasat, unsur TNI, dan pemerintah setempat langsung bergerak setelah menerima laporan adanya peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.
“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mencegah warga dari kedua desa kembali berhadapan.
“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” jelasnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat di Patahuwe dan Lisabata ikut mengambil peran dalam meredam ketegangan.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah serta para tokoh masyarakat untuk mencari penyelesaian secara damai,” ucapnya.
Pendekatan persuasif, lanjut Rositah, terus dilakukan melalui komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah munculnya aksi balasan yang berpotensi memperluas konflik.
Polri memastikan pemantauan situasi terus berlangsung. Personel gabungan masih ditempatkan di sejumlah titik untuk mencegah pertikaian kembali pecah maupun merembet ke wilayah lain.
“Polri hadir untuk menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Kami memastikan situasi tetap terlokalisir dan tidak berkembang ke wilayah lain. Saat ini kondisi berangsur-angsur kembali kondusif, namun personel tetap disiagakan untuk memastikan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Kronologi Ketegangan
Kapolres SBB AKBP Revindo Pradikta Rulando mengatakan, pengerahan pasukan merupakan langkah antisipasi untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mencegah aksi susulan.
“Kami bersama unsur TNI dan Pemda langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT. Saat itu, dilaporkan terjadi kebakaran di area kebun milik salah seorang warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.
Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api. Setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, situasi kembali berkembang.
Sekitar pukul 16.00 WIT, sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak. Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya sehingga kondisi sempat terkendali.
Namun, ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 18.55 WIT. Dalam insiden tersebut dilaporkan terjadi pembakaran sejumlah rumah milik warga Desa Patahuwe.
Aparat gabungan langsung melakukan penyekatan untuk mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu. Penjagaan juga diperkuat di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan dan melindungi masyarakat yang tidak terlibat dalam pertikaian.
Selain pengamanan fisik, aparat terus melakukan komunikasi dan penggalangan terhadap tokoh-tokoh masyarakat dari kedua desa agar situasi tidak kembali memanas.
Kapolres SBB kembali meminta warga Patahuwe dan Lisabata menahan diri serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan. Situasi sudah dapat kami kendalikan dan kami akan terus melakukan pengamanan serta komunikasi dengan seluruh pihak,” pungkasnya. (F64)
