
Ambon, Fakta64.com – Hotel Santika Premiere Ambon memperkuat kapasitas jajaran pemimpinnya melalui Leadership Training yang diikuti para leader mulai dari level Supervisor hingga Manager, Jumat (11/9/2026).
Bertempat di Santika Meeting Room 6, lantai 6 Hotel Santika Premiere Ambon, pelatihan yang dibawakan Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, tersebut menitikberatkan pada satu pesan utama: pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Mengusung semangat “Lead Yourself First, Lead Your Team Next, Create the Impact,” training dirancang bukan sekadar untuk memperkuat pemahaman teori kepemimpinan, tetapi mendorong para peserta melakukan evaluasi terhadap gaya kepemimpinan masing-masing sekaligus menyusun langkah nyata untuk mengembangkan diri dan tim.
Dalam industri hospitality, kepemimpinan dinilai memiliki mata rantai langsung terhadap kualitas pelayanan. Polanya dimulai dari People → Performance → Service → Guest Experience. Artinya, kualitas sumber daya manusia dan cara seorang leader mengelola tim akan menentukan kinerja, kualitas pelayanan, hingga pengalaman yang dirasakan tamu.
Para peserta diajak mengidentifikasi kekuatan kepemimpinan melalui pertanyaan sederhana, “What am I good at?” Sejumlah aspek yang dievaluasi meliputi komunikasi, problem solving, kerja sama tim, pengambilan keputusan, disiplin, guest handling, coaching, motivasi, kemampuan beradaptasi, hingga pengendalian emosi.
Evaluasi kemudian dilanjutkan melalui konsep “My Leadership Gap”, dengan menggeser sudut pandang dari sekadar mencari kekurangan menjadi pertanyaan, “Apa yang perlu saya kembangkan?”
Pendekatan tersebut mendorong peserta melihat hubungan antara persoalan yang muncul, dampaknya terhadap tim, kebutuhan pengembangan, hingga tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk menghasilkan perubahan.
Tak berhenti pada refleksi, para leader juga menggunakan metode Stop–Start–Continue untuk mengevaluasi kebiasaan kepemimpinan sehari-hari.
Hal-hal yang dinilai perlu dihentikan antara lain menyalahkan orang lain, memotong pembicaraan, menunda pemberian feedback, hingga membawa emosi ke dalam pekerjaan.
Sebaliknya, peserta didorong mulai membangun kebiasaan memberikan apresiasi, lebih banyak mendengarkan, melakukan coaching, serta memberikan ruang kepada anggota tim untuk mengambil keputusan.
Sementara itu, kebiasaan positif seperti menjaga disiplin, membantu tim, membangun komunikasi, dan mempertahankan standar pelayanan terbaik harus terus dilanjutkan.
Pesannya jelas, perubahan kepemimpinan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membentuk perubahan besar dalam tim. Untuk memastikan pelatihan tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas, setiap peserta menyusun Personal Leadership Action Plan dengan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Sejumlah aspek menjadi fokus pengembangan, di antaranya komunikasi, delegasi, pemberian apresiasi, dan pengendalian emosi. Peserta menetapkan kondisi saat ini, target yang ingin dicapai, tindakan yang harus dilakukan, indikator keberhasilan, hingga batas waktu pengembangan.
Para leader juga diperkenalkan dengan Daily Leadership Habits, mulai dari membangun sikap positif dan meninjau prioritas setiap pagi, menyapa tim, mengamati serta mendengarkan selama operasional, memberikan dukungan dan coaching, hingga melakukan evaluasi pada akhir shift.
Aldo Soumokil menegaskan, kepemimpinan efektif berawal dari keberanian seorang pemimpin untuk mengenali dan mengembangkan dirinya sendiri.
“Leadership bukan tentang menjadi orang yang paling tahu atau selalu memiliki jawaban. Leadership dimulai ketika kita berani melihat diri sendiri, mengenali kekuatan, mengakui area yang masih perlu dikembangkan, kemudian memilih untuk berubah. Ketika seorang leader bertumbuh, ia memberikan ruang bagi timnya untuk ikut bertumbuh,” kata Aldo dalam rilis yang diterima media ini, Selasa, (15/9/2026).
Menurutnya, kepemimpinan dalam industri hospitality tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kepada tamu.
“Kita tidak bisa memisahkan people, performance, service, dan guest experience. Cara kita memimpin tim akan memengaruhi bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka memberikan pelayanan, dan pada akhirnya bagaimana tamu merasakan pengalaman di hotel. Karena itu, kita harus mulai dengan memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain,” ujarnya.
Melalui Leadership Training tersebut, Hotel Santika Premiere Ambon menargetkan para Supervisor dan Manager tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga komitmen untuk menerapkan kepemimpinan yang lebih sadar, konsisten, dan berdampak dalam operasional sehari-hari.
Pelatihan ditutup dengan refleksi personal. Para peserta diminta menentukan sosok pemimpin seperti apa yang ingin mereka menjadi, satu hal yang akan mulai diubah, serta komitmen kepemimpinan yang akan dijalankan mulai hari berikutnya hingga 30 hari ke depan.
Pada akhirnya, leadership bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang pengaruh, keteladanan, pertumbuhan manusia, dan dampak yang ditinggalkan.
Melalui semangat “Lead Yourself First, Lead Your Team Next, Create the Impact,” Hotel Santika Premiere Ambon terus mendorong lahirnya pemimpin yang mampu membangun tim dengan kesadaran, memimpin dengan keteladanan, dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi setiap tamu.
Untuk reservasi dan informasi, masyarakat dapat menghubungi (62-911) 3833888 atau melalui email ambonpremiere.reservation@santika.com. (F64)
