
Ambon, Fakta64.com — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu kekhawatiran terhadap peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku merespons dengan membagikan 1.500 masker standar KN95 kepada warga Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
Pembagian masker dipimpin langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di kawasan samping Gereja Maranatha.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie bersama jajaran pejabat Pemprov membagikan masker di kawasan lampu merah Pos Kota Ambon, menyasar pengendara dan penumpang transportasi umum.
Asisten III Sekda Maluku, Dominggus N. Kaya, mengatakan, langkah tersebut merupakan respons atas rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi udara tidak sehat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
“Karena kondisi cuaca, terutama kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, BMKG telah mengeluarkan rilis terakhir per hari ini yang menggambarkan bahwa kondisi udara tidak sehat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” ujar Kaya.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menekan paparan asap. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker yang sesuai standar sebagai langkah pencegahan.
Kekhawatiran itu diperkuat data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang mencatat kenaikan kasus ISPA di sejumlah kabupaten/kota. Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, sebanyak 1.500 masker KN95 disiapkan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku.
Pemprov Maluku juga mengingatkan masyarakat agar memantau informasi kualitas udara dari instansi resmi dan disiplin menggunakan alat pelindung diri. Di tengah kabut asap yang memburuk, kewaspadaan masyarakat dan langkah penanganan pemerintah menjadi penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. (F64)
