
Ambon, Fakta64.com — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan pembangunan Maluku membutuhkan persatuan, kolaborasi lintas sektor, dan pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Lewerissa saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka, Ambon, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Maluku Bersatu, Maju, Membangun Negeri”, peringatan HUT kali ini, menurut Lewerissa, harus menjadi momentum evaluasi perjalanan daerah sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan pembangunan.
Ia menekankan, keberagaman pulau, budaya, adat istiadat, dan tradisi harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Nilai Pela Gandong, ikatan Siwalima, dan semangat hidup orang basudara perlu diwujudkan dalam kerja nyata membangun Maluku.
“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan,” tegasnya.
Di sektor ekonomi, Lewerissa mendorong optimalisasi potensi kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, industri pengolahan, UMKM, serta ekonomi kreatif untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Sejumlah agenda strategis turut disorot, antara lain pengembangan Blok Masela, penyelesaian Bendungan Way Apu, pembangunan Maluku Integrated Port, hilirisasi sumber daya alam, dan perjuangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.
“Kekayaan alam Maluku tidak boleh hanya menjadi angka dalam statistik. Kekayaan Maluku harus mampu diolah dan dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat Maluku,” ujarnya.
Selain pembangunan ekonomi dan infrastruktur, Gubernur menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas. Pendidikan, kesehatan, keterampilan, inovasi, dan penguatan karakter generasi muda dinilai menentukan masa depan daerah.
“Kita ingin anak-anak Maluku bukan hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku, penggerak, dan pemenang masa depan,” katanya.
Lewerissa juga mengingatkan pemerintah agar memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran daerah memberikan manfaat nyata. Pelayanan publik harus berlangsung cepat, bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.
“Setiap rupiah APBD harus memberikan manfaat nyata. Setiap program harus jelas hasilnya. Dan setiap kebijakan harus bermuara pada satu pertanyaan: Apakah rakyat menjadi lebih sejahtera?” tegasnya.
Ia mengakui Maluku masih menghadapi tantangan berupa kemiskinan, pengangguran, ketimpangan antarwilayah, keterbatasan konektivitas, dan kapasitas fiskal. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama dan adat, pemuda, perempuan, insan pers, serta seluruh masyarakat.
Menutup sambutannya, Lewerissa mengajak masyarakat dari Buru, Seram, Banda, Kepulauan Aru, Tanimbar, Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya hingga Kota Ambon untuk menyatukan langkah membangun daerah.
“Katong samua punya tanggung jawab yang sama untuk membangun negeri ini,” tandasnya.
Ia berharap generasi saat ini tidak sekadar menikmati hasil perjuangan pendahulu, tetapi meninggalkan Maluku yang lebih maju, sejahtera, berpendidikan, dan memiliki tata kelola pemerintahan yang lebih bersih bagi generasi berikutnya.
Rangkaian HUT ke-81 Provinsi Maluku turut diisi penyerahan bantuan dan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba kreasi yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Maluku.
Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku, Wakil Gubernur Maluku, para bupati dan wali kota, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah, mantan gubernur dan wakil gubernur, serta sejumlah undangan lainnya. (F64)
