
Ambon, Fakta64.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan, termasuk rute Jakarta–Ambon. Sebanyak delapan jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Pattimura Ambon dibatalkan pada Minggu (6/9/2026).
Pembatalan tersebut terjadi menyusul potensi dampak abu vulkanik terhadap ruang udara dan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon mencatat, total 875 penumpang terdampak akibat pembatalan delapan penerbangan pada rute Jakarta–Ambon dan Ambon–Jakarta.
General Manager Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Kondisi ini masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Notice to Airmen atau NOTAM terbaru,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu, (5/9/2027).
Menurutnya, manajemen Bandara Pattimura terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus kelancaran penanganan penumpang yang terdampak pembatalan.
Delapan penerbangan yang dibatalkan terdiri dari empat penerbangan kedatangan dari Jakarta dan empat penerbangan keberangkatan menuju Jakarta.
Dijelaskan, untuk penerbangan kedatangan CGK–AMQ, maskapai yang terdampak yakni Citilink QG210 dengan 54 penumpang, Batik Air ID6170 sebanyak 85 penumpang, Lion Air JT890 dengan 125 penumpang, serta Garuda Indonesia GA646 yang membawa 144 penumpang. Sementara untuk keberangkatan AMQ–CGK, penerbangan yang dibatalkan adalah Citilink QG211 dengan 90 penumpang, Batik Air ID6171 sebanyak 96 penumpang, Lion Air JT889 dengan 160 penumpang, dan Garuda Indonesia GA647 dengan 121 penumpang.
Angkasa Pura Indonesia mengimbau seluruh calon penumpang, khususnya pengguna jasa dengan rute terdampak, untuk memastikan kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
Penumpang juga dapat memperoleh informasi layanan kebandarudaraan melalui Contact Center InJourney Airports 172.
Situasi penerbangan masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta pembaruan NOTAM yang dikeluarkan otoritas penerbangan.
(F64)
