
Ambon, Fakta64.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) genap berusia 91 tahun, Minggu (6/9/2026).
Perjalanan panjang sejak menjadi gereja mandiri pada 6 September 1935 menjadi momentum untuk mensyukuri kesetiaan Tuhan sekaligus mempertegas arah pelayanan menuju satu abad GPM.
Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, mengatakan, perjalanan hampir satu abad tersebut bukanlah perjalanan yang mudah. GPM telah melewati berbagai dinamika dan pergumulan sejarah, mulai dari masa penjajahan, revolusi kemerdekaan, tantangan pembangunan, krisis ekonomi dan politik, konflik sosial, hingga pandemi Covid-19.
Namun, di tengah berbagai pergumulan tersebut, kata Sapulette, GPM tetap berdiri karena penyertaan dan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berhenti.
“Dari setiap babak sejarah itu, kita boleh bersaksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan gereja dan negeri ini,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, perjalanan panjang tersebut juga melahirkan kesadaran penting tentang persaudaraan dan kehidupan bersama. Maluku dan Maluku Utara, kata dia, merupakan rumah bersama bagi seluruh anak negeri tanpa membedakan suku, agama dan latar belakang.
Selama 91 tahun, lanjut Sapulette, GPM tidak hanya menjalankan pelayanan di mimbar dan ruang ibadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pengutusan pendeta ke wilayah terpencil, pemberdayaan ekonomi, pendampingan masyarakat adat dan kelompok rentan, perjuangan keadilan, perdamaian, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Memasuki usia ke-91 dan menuju satu abad pelayanan, GPM berkomitmen menjadi gereja yang semakin berdampak melalui transformasi pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Salah satu perhatian utama, kata Sapulette, adalah penguatan gereja rumah tangga sebagai basis pertama pembinaan iman dan pembentukan karakter umat.
GPM juga didorong untuk semakin peka terhadap persoalan keluarga, kegelisahan generasi muda, kesulitan ekonomi, ketidakadilan sosial, korban kekerasan dan bencana, serta kerusakan lingkungan.
Selain itu, GPM terus mendorong transformasi pelayanan pendidikan, penguatan ekonomi umat, kepedulian lingkungan, pendidikan kebangsaan, kesiapsiagaan menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim, serta transformasi tata kelola pelayanan secara sistematis.
Pada momentum HUT ke-91, Sapulette turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Maluku dan Maluku Utara, DPRD, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini membangun sinergi bersama gereja.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan penting dalam menopang pembangunan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta merawat keamanan dan perdamaian di wilayah kepulauan Maluku.
Memasuki perjalanan menuju satu abad, GPM menegaskan tekad untuk terus tekun bermisi dalam takut akan Tuhan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin relevan dan berdampak bagi jemaat, masyarakat, bangsa dan lingkungan hidup. (F64)
