
Ambon, Fakta64.com – Gereja Protestan Maluku (GPM) memasuki usia ke-91 tahun, Minggu (6/9/2026).
Perjalanan panjang hampir satu abad itu menjadi momentum bagi seluruh umat dan pelayan untuk mensyukuri kasih serta penyertaan Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja, sekaligus memperteguh panggilan pelayanan dan misi di tengah berbagai tantangan zaman.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM tahun 2026 mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah”, yang didasarkan pada Mazmur 136:1-3 dan Pengkhotbah 4:17.
Ketua Panitia Hari Besar Gerejawi dan Nasional (HBGN) Sinode GPM, Benhur G. Watubun, mengatakan, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM tahun 2026 mengusung tema, “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah”, yang didasarkan pada Mazmur 136:1-3 dan Pengkhotbah 4:17.
“Tema tersebut tidak sekadar menjadi pesan seremonial, melainkan ajakan bagi seluruh komponen GPM untuk terus bersyukur atas kasih dan kesetiaan Allah, tekun menjalankan panggilan misi, serta membangun kehidupan pelayanan yang berlandaskan pada takut akan Tuhan,” katanya dalam sambutan, Minggu, (6/9/2026).
Menurutnya, memasuki usia ke-91, GPM juga kembali diingatkan bahwa perjalanan sejarah gereja bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi pijakan untuk memperbarui komitmen pelayanan bagi masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.
“Perayaan HUT ke-91 bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk memperbarui komitmen gereja agar terus bersyukur atas kasih dan setia Allah, tekun menjalankan panggilan misi, serta hidup dalam takut akan Allah,” demikian semangat yang disampaikan dalam laporan panitia perayaan.
Dia menambahkan, salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut adalah pelaksanaan, layanan diakonal kepada para Tua Agama GPM. Layanan ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus penghargaan atas pengabdian para pelayan yang selama ini dengan tulus dan setia menjalankan tugas pelayanan.
“Para Tua Agama disebut sebagai pribadi-pribadi yang telah mengabdi tanpa mengenal batas. Mereka setia melayani, meski sering kali harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Tidak sedikit pelayanan yang mereka lakukan berada di balik layar dan luput dari perhatian. Namun, pengabdian tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan gereja dan kehidupan persekutuan umat.
Pelaksanaan rangkaian HUT ke-91 GPM berlandaskan sejumlah regulasi dan keputusan gereja, termasuk ajaran gereja, Tata Gereja GPM, serta ketetapan Persidangan ke-39 Sinode GPM terkait program dan arah pelayanan GPM periode 2026-2030,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga didasarkan pada Surat Keputusan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM tentang pembentukan komisi dan tim kerja panitia hari-hari besar gerejawi masa pelayanan 2026-2030.
Perayaan HUT ke-91 GPM bertujuan meneguhkan tekad para pelayan dan umat untuk menjalankan misi Tuhan sebagai amanat panggilan gereja secara kontekstual.
Selain mensyukuri kasih karunia Allah yang terus menopang perjalanan GPM hingga usia ke-91 tahun, perayaan ini juga diarahkan untuk meningkatkan tanggung jawab pelayanan, iman, dan spiritualitas warga gereja.
Partisipasi umat pun terus didorong melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelayanan, seni, dan olahraga. Perayaan ini sekaligus diharapkan memperkuat peran Ecclesia Domestica atau gereja dalam keluarga sebagai basis pembinaan dan pendampingan umat.
Dalam rangka menyongsong HUT ke-91, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari launching logo HUT pada 30 Agustus 2026 di klasis dan jemaat-jemaat GPM.
Kemudian dilanjutkan dengan Pekan Bina Keluarga GPM, yang berlangsung pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.
Berbagai kegiatan menyongsong HUT juga digelar di tingkat jemaat dan klasis dalam bentuk perlombaan seni dan olahraga sebagai bagian dari penguatan persekutuan dan kebersamaan warga gereja.
Puncak perayaan ditandai dengan kebaktian HUT ke-91 GPM yang dilaksanakan secara serentak di jemaat-jemaat pada Minggu, 6 September 2026, pukul 09.00 WIT, sebelum dilanjutkan dengan resepsi perayaan HUT.
Sementara itu, layanan diakonal kepada para Tua Agama GPM dilaksanakan di klasis dan jemaat-jemaat.
Pada momentum HUT ke-91 tahun ini, layanan diakonal diberikan kepada 194 Tua Agama yang tersebar di lima klasis di Pulau Ambon, yakni Klasis Kota Ambon, Klasis Pulau Ambon, Klasis Pulau Ambon Timur, Klasis Pulau Ambon Utara, dan Klasis Pulau-Pulau Banda.
Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-91 GPM didukung dari berbagai sumber, di antaranya bantuan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, kontribusi Sinode GPM, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Maluku Maluku Utara, para donatur, serta usaha panitia.
Di usia ke-91 tahun, GPM diharapkan terus memperkuat perannya sebagai gereja yang hadir, melayani, dan menjawab kebutuhan umat serta masyarakat.
Semangat “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut akan Allah” menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang GPM harus terus diterjemahkan dalam kerja-kerja pelayanan nyata, kesetiaan dalam bermisi, dan kepedulian terhadap sesama. (F64)
