
Ambon, Fakta64.com – Provinsi Maluku bersama (TNI AL) kembali melaksanakan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Program ini merupakan implementasi dari amanat Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Mata Uang, yang menugaskan Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah.
Melalui ERB, BI berkomitmen menghadirkan uang dalam jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan, serta dalam kondisi layak edar, termasuk di wilayah terpencil.
Kegiatan ERB juga bertujuan memperluas jangkauan distribusi Rupiah, mempercepat penarikan uang tidak layak edar (clean money policy), serta menegaskan peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Pada tahun 2026, ERB menargetkan 115 pulau di seluruh Indonesia.
Khusus di Provinsi Maluku, kegiatan ini berlangsung pada 29 April hingga 6 Mei 2026, dengan menggunakan kapal perang untuk menjangkau enam pulau wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), yakni Pulau Kur, Teor, Kesui, Seram, Buru, dan Manipa.
Pelepasan ekspedisi dilakukan secara resmi di Pangkalan TNI AL (Kodaeral IX) Ambon, dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Plt Kepala Perwakilan BI Maluku Dhita Aditya Nugraha, Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, serta sejumlah pejabat terkait dan pimpinan perbankan di Ambon.
Dalam sambutannya, Dhita Aditya Nugraha, menegaskan, keberadaan Rupiah tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan negara.
“Oleh karena itu, ERB menjadi langkah strategis untuk menjangkau wilayah yang selama ini sulit diakses, khususnya daerah blank spot yang belum terlayani optimal oleh BI maupun perbankan,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu, (29/4/2026).
Ia, juga menekankan pentingnya sinergi dengan TNI AL dalam menghadapi tantangan distribusi uang di wilayah 3T, yang dipengaruhi faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, jaringan telekomunikasi, hingga tingkat literasi masyarakat.
“Selain layanan penukaran uang, ERB 2026 di Maluku turut dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, seperti edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi bela negara oleh TNI AL, sosialisasi kesiapsiagaan bencana pesisir, hingga program kemitraan bersama Duta Marinyo di setiap pulau,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemasangan signage Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga dilakukan sebagai simbol kehadiran Rupiah di seluruh pelosok negeri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ketersediaan uang layak edar di Maluku tetap terjaga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya merawat, menggunakan, dan menghargai Rupiah sebagai bagian dari identitas bangsa. (F64)
