
Tual, Fakta64.com — Aksi penyampaian aspirasi sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) pada Senin (5/10/2026) memunculkan perhatian terhadap kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Di tengah dinamika tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan stok BBM di sejumlah lembaga penyalur tetap tersedia. Pertamina bahkan menyebut langkah antisipasi telah disiapkan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan perusahaan terus melakukan pengelolaan stok dan distribusi berdasarkan proyeksi kebutuhan masing-masing wilayah.
“Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat penyaluran pada akhir pekan dengan menyiapkan buffer stock di sejumlah SPBU,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Kamis, (8/10/2026).
Menurutnya, langkah ini disebut sebagai antisipasi terhadap tingginya konsumsi BBM ketika memasuki hari pertama kerja setiap pekan.
“Penyediaan buffer stock di sejumlah SPBU pada akhir pekan ini termasuk upaya kami untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan melihat tren konsumsi masyarakat yang biasanya padat di hari pertama kerja setiap minggunya,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pertamina juga menegaskan bahwa dinamika operasional akibat aksi AMT tidak boleh berujung pada terganggunya kebutuhan energi masyarakat.
Dijelaskan, penyaluran BBM kembali dilakukan pada Senin sore setelah penyampaian aspirasi selesai. Dengan normalnya kembali aktivitas distribusi, masyarakat diminta tidak panik maupun melakukan pembelian secara berlebihan.
“Penyaluran BBM kembali dilakukan pada Senin sore (5/10) ketika penyampaian aspirasi telah selesai dilakukan. Dengan adanya penyaluran yang dilakukan pada akhir pekan dan penyaluran yang sudah normal kembali, kami imbau masyarakat tidak perlu khawatir dan pelayanan tetap berjalan,” ungkapnya.
Pertamina menyebut, kata dia, kondisi stok dan distribusi di SPBU terus dipantau secara berkala. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan suplai tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara maksimal.
Namun, di balik jaminan ketersediaan BBM tersebut, persoalan distribusi dan dinamika tenaga kerja tetap menjadi perhatian. Pertamina menyatakan menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan aspirasi dan memastikan persoalan yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami menghormati aspirasi yang disampaikan dan tetap mengedepankan komunikasi dalam penyelesaiannya,” tegasnya.
Meski demikian, Pertamina meminta agar persoalan yang tengah disampaikan tidak sampai mengganggu operasional penyaluran BBM kepada masyarakat.
“Pada saat yang sama, kami juga menyampaikan agar operasional penyaluran BBM kepada masyarakat tetap dilakukan dengan baik. Ini yang menjadi perhatian kami agar kebutuhan energi masyarakat di Tual dan Maluku Tenggara tetap terpenuhi,” tuturnya.
Dengan demikian, Pertamina memastikan dua hal tetap berjalan beriringan: penyelesaian aspirasi AMT melalui mekanisme yang berlaku dan keberlangsungan distribusi energi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengklaim terus memperkuat pemantauan stok, koordinasi, serta langkah antisipatif guna menjaga keandalan pasokan BBM di Tual dan Maluku Tenggara.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi terkait layanan energi Pertamina atau menyampaikan keluhan dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (F64)
