Ambon,Fakta64.com–Pemerintah Kota Ambon menerima kunjungan peserta Course Australia Awards in Indonesia (AAI) pada Program Inklusi Rekan Inklusi BAKTI Rumah Generasi yang berlangsung di Kantor Desa Hunuth, Selasa (27/1/2026).
Mewakili Pemerintah Kota Ambon, Asisten I Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kunjungan peserta AAI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan institusi nasional dan internasional.
Peserta course tersebut datang dari beragam latar belakang, antara lain perwakilan universitas di Australia dan Indonesia, kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, serta delegasi daerah dari Aceh, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua.
Dalam sambutannya, Rustam mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesempatan kebersamaan tersebut.
“Atas kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Ini merupakan kehormatan besar bagi Kota Ambon menerima saudara-saudari dari berbagai daerah dan latar belakang,” ujar Rustam.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia, Yayasan BAKTI, dan Rumah Generasi yang telah memfasilitasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai inklusi di daerah.
Menurut Rustam, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Ambon merupakan kota yang terbuka, ramah, dan siap menjadi ruang belajar bersama bagi semua pihak tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi fisik.
“Inklusi bukan hanya soal kebijakan, tetapi tentang bagaimana setiap orang merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang setara,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pembangunan berperspektif inklusif melalui berbagai program, seperti pelatihan yang ramah bagi kelompok rentan, penyediaan fasilitas publik yang inklusif, serta penguatan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Rustam menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang perjumpaan nilai dan pembelajaran lintas budaya.
“Dari kegiatan seperti inilah akan lahir agen-agen perubahan yang membawa semangat inklusi ke daerah masing-masing,” tambahnya.
Ia berharap para peserta AAI dapat membawa pengalaman dari Ambon untuk diterapkan di wilayah asal mereka, guna mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil, setara, dan berkeadilan sosial.
Menutup sambutannya, Rustam mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan course inklusif tersebut.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan bangsa,” pungkasnya.(SPT)
