
Jakarta, Fakta64.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela melalui sambungan video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Peresmian tersebut menandai dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang berlokasi di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Meski tidak dapat hadir langsung di lokasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tetapi karena ada berbagai agenda kenegaraan yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.
Prosesi groundbreaking di Kepulauan Tanimbar dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan Blok Masela.
Kelancaran kegiatan turut didukung pengamanan dan koordinasi lintas instansi, termasuk TNI Angkatan Darat di bawah komando Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.
LNG Abadi Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diproyeksikan menjadi penggerak utama ketahanan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan timur Indonesia. Proyek ini juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangannya sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Proyek Blok Masela sendiri telah menempuh perjalanan panjang sejak penandatanganan kontrak kerja sama pada 1998. Setelah hampir tiga dekade melalui berbagai tahapan perencanaan dan persiapan, proyek tersebut akhirnya resmi memasuki fase konstruksi.
Pembangunan LNG Abadi Masela diharapkan mampu menarik investasi bernilai besar, membuka ribuan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan di Provinsi Maluku.
Dimulainya pembangunan PSN LNG Abadi Masela menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri migas nasional. Pemerintah berharap proyek ini dapat rampung sesuai target sehingga mampu menjadi salah satu pilar utama kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor energi global. (F64)
