
Ambon, Fakta64.com — Sebanyak 735 siswa SMP Negeri 7 Ambon mulai diperkenalkan pada budaya menabung dan pengelolaan keuangan sejak dini melalui pembukaan rekening secara gratis yang digagas CIMB Niaga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program tersebut dikemas dalam kegiatan CIMB Niaga Goes to School bertajuk “Ayo Menabung dan Berbagi” yang digelar di SMP Negeri 7 Ambon, Kamis (22/10/2026).
Program ini tidak sekadar membuka rekening bagi pelajar, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda di tengah semakin luasnya akses terhadap layanan perbankan, termasuk layanan keuangan digital.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Politik, Hukum, dan Aparatur, Fenli Masawoy, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Ambon.
Dirinya, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dunia perbankan dalam mendorong peningkatan pemahaman keuangan di kalangan pelajar.
“Pemerintah Kota Ambon melihat bahwa edukasi keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan ekonomi secara tepat dan menghindari risiko keuangan,” kata Fenli.
Menurutnya, pembentukan kebiasaan menabung sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih mandiri dan bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Pemkot Ambon, lanjut dia, juga berkomitmen mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sebagai langkah memperluas akses rekening bagi pelajar sekaligus menanamkan budaya menabung sejak dini.
Sementara itu, mewakili Kepala OJK Provinsi Maluku, Rovel Ayal menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan seiring pesatnya perkembangan produk dan layanan jasa keuangan, terutama di ruang digital.
“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, indeks literasi di Provinsi Maluku tercatat sebesar 63,87 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 87,57 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akses perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat,” tegas Rovel.
Ia mengatakan, tingginya akses terhadap layanan keuangan tanpa dibarengi pemahaman yang memadai dapat membuka ruang bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk menghadapi berbagai risiko finansial.
Karena itu, OJK mendorong edukasi keuangan yang lebih interaktif melalui program KEJAR. Para pelajar diharapkan tidak hanya mampu menggunakan produk perbankan, tetapi juga memahami cara bertransaksi secara aman serta mengenali berbagai potensi kejahatan keuangan di ruang digital.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kepala SMP Negeri 7 Ambon, Anthon Anakotta, S.Pd. Ia mengapresiasi kepedulian CIMB Niaga dan OJK yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi peserta didiknya.
“Atas nama keluarga besar SMP Negeri 7 Ambon, kami ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan tabungan ini bukan hanya tentang jumlah uang, tetapi tentang besarnya investasi terhadap masa depan anak-anak muda kami,” ungkap Anthon.
Ia berpesan agar para siswa tidak berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi menjadikannya sebagai titik awal membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dengan pembukaan rekening gratis tersebut, budaya menabung diharapkan tidak lagi sekadar menjadi teori di ruang kelas, melainkan mulai dipraktikkan langsung oleh para pelajar sebagai bagian dari pembentukan karakter finansial sejak usia sekolah. (F64)
