
Ambon, Fakta64.com — Upaya menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah mulai digencarkan di Kota Ambon. Sebanyak 735 siswa SMP Negeri 7 Ambon mendapatkan fasilitas pembukaan rekening secara gratis melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) CIMB Niaga.
Program tersebut dikemas melalui kegiatan CIMB Niaga Goes to School dengan tagline “Ayo Menabung dan Berbagi”, yang digelar di SMP Negeri 7 Ambon, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Kepala Cabang CIMB Niaga Ambon, Sam Gaspersz, mengatakan program tersebut tidak sekadar membuka rekening bagi pelajar, tetapi diarahkan untuk membentuk kebiasaan mengelola uang sejak dini.
Menurutnya, pembiasaan menabung harus menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang memiliki dampak nyata dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut, kata Sam, semakin menguat setelah dirinya mengikuti apel pagi yang digelar Pemerintah Kota Ambon. Dari momentum itu, muncul pertanyaan mengenai bagaimana kebijakan literasi keuangan dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang langsung dirasakan siswa.
“Kami diminta untuk mendatangi satu atau dua sekolah guna memberikan literasi kepada siswa, sekaligus berbagi melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Sam.
Ia menjelaskan, dalam program tersebut orang tua siswa diminta memberikan setoran awal Rp5.000, sementara CIMB Niaga memberikan bantuan berupa saldo tabungan Rp100.000 kepada masing-masing siswa.
Skema tersebut diharapkan menjadi pemantik agar siswa mulai mengenal rekening, memahami fungsi tabungan, sekaligus membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki.
“Harapannya, setelah program ini berjalan, para orang tua dapat terus mendorong anak-anak mereka untuk menabung. Uang jajan yang biasanya digunakan seluruhnya dapat disisihkan sebagian untuk disimpan di rekening tabungan,” ujarnya.
Sam menegaskan, rekening yang dibuka dalam program tersebut merupakan rekening simpanan yang tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Dengan demikian, saldo siswa tidak tergerus oleh potongan biaya administrasi.
Kondisi itu dinilai penting bagi pelajar yang baru mulai mengenal aktivitas perbankan. Siswa dapat menabung sesuai kemampuan, baik dalam nominal kecil maupun lebih besar.
Program ini sekaligus menjadi bentuk konkret perluasan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Sebab, literasi keuangan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu dibarengi pengalaman langsung dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak.
Sam mengatakan pihak sekolah dan para guru memberikan respons positif terhadap program tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa.
Meski nilai bantuan saldo tabungan relatif terbatas, ia menilai Rp100.000 dapat menjadi modal awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
“Kami ingin menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengelola uang,” ujarnya.
Ia berharap kebiasaan sederhana tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial pembukaan rekening, tetapi terus dilanjutkan oleh siswa bersama dukungan orang tua dan sekolah.
Dengan demikian, program CIMB Niaga Goes to School tidak hanya menghasilkan ratusan rekening baru, tetapi juga diharapkan melahirkan generasi pelajar yang lebih melek keuangan, disiplin menabung, dan mampu mengelola uang secara bijak sejak bangku sekolah. (F64)
