
Ambon, Fakta64.com — Pemerintah Provinsi Maluku mendorong masuknya investasi swasta yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi daerah terhadap belanja pemerintah.
Proyek Lapangan Abadi Blok Masela pun didorong menjadi salah satu penggerak utama investasi dan pertumbuhan ekonomi Maluku.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pemerintah, teknologi maupun pembangunan infrastruktur.
Kepercayaan investor, komunikasi yang efektif dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar investasi dapat berjalan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Vanath saat memberikan sambutan dalam seminar yang digelar TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX Ambon terkait keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.
Menurut Vanath, investasi memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Vanath.
Ia menilai, keberlanjutan Blok Masela tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Proyek tersebut juga memiliki dimensi sosial, budaya dan strategis yang berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor terhadap Maluku.
Karena itu, Vanath mengajak TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mengawal proyek tersebut.
Menurutnya, stabilitas daerah, komunikasi yang terbuka serta kepastian sosial harus dijaga agar investasi strategis seperti Blok Masela dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Namun, Vanath juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya mengejar nilai investasi. Potensi dampak sosial dan lingkungan harus dihitung sejak tahap persiapan hingga operasional proyek.
Langkah mitigasi, kata dia, perlu disiapkan secara matang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Termasuk memastikan kepentingan masyarakat setempat tetap terlindungi ketika kegiatan operasional perusahaan di masa mendatang berakhir.
“Pembangunan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan tetap memperhatikan kepentingan lokal serta keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Pemprov Maluku, lanjut Vanath, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan terhadap investasi tetap diarahkan sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
Seminar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, jajaran pejabat utama Kodaeral IX Ambon, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia secara daring, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Rektor UIN A.M. Sangadji, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, tokoh masyarakat dan tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, akademisi, narasumber serta moderator.
Forum tersebut diharapkan menghasilkan kesamaan pemahaman dan komitmen lintas sektor dalam mengawal keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.
Bagi Maluku, keberlanjutan proyek ini bukan hanya soal investasi migas, tetapi juga menyangkut harapan terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah kini dituntut memastikan peluang ekonomi dari proyek strategis tersebut tidak berhenti pada nilai investasi, tetapi benar-benar mengalir ke masyarakat Maluku. (F64)
