
Jakarta, Fakta64.com — ASUS resmi membawa dua laptop kreator terbarunya, ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ASUS ProArt P16 (H7607BA), ke pasar Indonesia.
Mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark™ dan Unified Memory hingga 128GB, kedua perangkat ini dirancang untuk membawa pemrosesan AI generatif langsung ke laptop tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet maupun layanan cloud.
Keduanya resmi tersedia di Indonesia mulai Selasa (20/10/2026), setelah sebelumnya diperkenalkan di pasar global pada 17 Oktober.
ASUS ProArt P14 hadir dengan Unified Memory 64GB, sementara ProArt P16 mengusung kapasitas lebih besar, yakni 128GB. Kombinasi tersebut menyasar kreator profesional yang membutuhkan kemampuan menjalankan model AI generatif berukuran besar, sekaligus mengolah foto, video, grafis maupun proyek kreatif lainnya dalam satu perangkat.
ASUS Indonesia bahkan telah melakukan pengujian internal pada ProArt P14 dengan menjalankan model AI generatif melalui ComfyUI Desktop secara lokal tanpa koneksi internet.
Pengujian tersebut menjadi gambaran bahwa laptop kreator kini tidak hanya berfungsi sebagai perangkat editing, tetapi mulai bergeser menjadi pusat komputasi AI yang dapat bekerja langsung di perangkat.
Bagi agensi kreatif, rumah produksi hingga seniman 3D, kemampuan tersebut menawarkan keuntungan penting, terutama ketika menangani materi klien yang bersifat sensitif dan tidak ingin diunggah ke layanan cloud.
“ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi,” kata Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, dalam rilis yang diterima media, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, ASUS menghadirkan tenaga pemrosesan kelas workstation dalam format yang tetap ringan dan mobilitas tinggi, dipadukan dengan layar ASUS Lumina Pro OLED serta ekosistem yang dirancang untuk kebutuhan kreator profesional.
Dorong AI Generatif Berjalan Langsung di Laptop
Jantung performa kedua perangkat tersebut adalah superchip NVIDIA RTX Spark™ N1X, yang menggabungkan 6.144-core Blackwell RTX GPU dan 20-core Grace CPU.
Arsitektur tersebut diklaim mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop pada jalur FP4. GPU juga mendukung CUDA secara native, sementara media engine mendukung hardware encode dan decode untuk format 4:2:2 serta encoder AV1.
Yang menjadi pembeda utama adalah penggunaan Unified Memory. CPU dan GPU berbagi satu kolam memori LPDDR5X berkapasitas 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16.
Dengan pendekatan tersebut, model AI berukuran besar dapat dimuat bersamaan dengan file foto maupun video beresolusi tinggi yang sedang dikerjakan kreator.
ASUS menguji ProArt P14 dengan Unified Memory 64GB menggunakan ComfyUI Desktop build ARM64 dengan jalur CUDA.
Dalam skenario pertama, ASUS menjalankan Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1024 dengan 40 steps. Penggunaan memori GPU mencapai puncak 19,8GB, dengan utilisasi GPU 100 persen dan suhu GPU 68 derajat Celsius.
Pada skenario kedua, MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 digunakan untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio pada 0,7 MP dan turbo mode.
Proses tersebut diselesaikan dalam 5 menit 54 detik dengan penggunaan memori GPU mencapai 28,1GB.
Hasil pengujian menunjukkan kemampuan Unified Memory dalam menangani model yang membutuhkan kapasitas memori puluhan gigabyte.
Namun, ASUS menegaskan hasil dapat berbeda bergantung pada versi aplikasi, driver serta pengaturan yang digunakan.
Agentic AI Tanpa Harus Kirim Data ke Cloud
Kemampuan AI lokal tidak berhenti pada pembuatan gambar maupun video.
ASUS juga menguji Hermes Agent dengan model bahasa lokal. Sistem tersebut dapat bekerja sebagai agen untuk membaca isi folder proyek, merangkum brief klien hingga membuat draf naskah atau caption ke dalam file baru.
Seluruh proses tersebut dapat dilakukan langsung di laptop sehingga dokumen proyek tidak harus keluar dari perangkat.
Konsep inilah yang disebut sebagai workflow Agentic AI lokal.
Meski demikian, ComfyUI Desktop, Hermes Agent maupun model AI terkait tidak tersedia sebagai aplikasi bawaan. Pengguna tetap perlu mengunduh dan melakukan konfigurasi sendiri sesuai kebutuhan.
AI lokal juga tidak dimaksudkan menggantikan layanan cloud sepenuhnya. Kolaborasi tim jarak jauh tetap dapat memanfaatkan cloud, sementara materi yang bersifat sensitif dapat diproses secara lokal.
Layar OLED untuk Kreator Profesional
Performa tinggi tersebut dipadukan dengan layar yang dirancang untuk kebutuhan visual profesional.
ASUS ProArt P14 menggunakan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 14 inci beresolusi 2.8K, sementara ProArt P16 menggunakan panel 16 inci UHD+.
Keduanya telah tervalidasi PANTONE, mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3 dan mampu menampilkan 1,07 miliar warna dengan refresh rate 120Hz.
Untuk kebutuhan HDR, ProArt P14 mengantongi sertifikasi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1000, sedangkan ProArt P16 mencapai True Black 1400.
Spesifikasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan color grading, produksi konten dan proses peninjauan hasil AI yang menuntut reproduksi warna akurat.
Ringan Dibawa ke Lokasi Produksi
Meski mengusung performa komputasi kelas tinggi, ASUS tetap mempertahankan aspek mobilitas.
ProArt P14 memiliki bobot 1,4 kilogram dengan ketebalan 1,39 cm dan baterai 90Wh. Sementara ProArt P16 berbobot 1,7 kilogram, setebal 1,29 cm dan dibekali baterai 99,9Wh.
Keduanya menggunakan adaptor USB Type-C 140W dan telah melalui pengujian ketahanan standar militer AS US MIL-STD 810H.
Bagi kreator, kombinasi tersebut memungkinkan satu perangkat digunakan untuk menyunting, melakukan color grading, memproses AI hingga mempresentasikan hasil kepada klien langsung dari lokasi produksi.
Harga Tembus Rp114 Juta
Di Indonesia, ASUS ProArt P14 (H7407BA) dibanderol dengan harga resmi atau MSRP Rp80.999.000.
Sementara ASUS ProArt P16 (H7607BA) dipasarkan dengan MSRP Rp113.999.000.
ASUS membuka periode pre-order hingga 23 Oktober 2026. Selama periode tersebut, ProArt P14 ditawarkan dengan harga khusus Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store dan ASUS Store terpilih.
Adapun ProArt P16 dibanderol Rp112.999.000 dan hanya tersedia melalui ASUS Online Store.
Pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order juga mendapatkan ASUS ProArt Mouse (MD301) senilai Rp1.699.000 sebagai exclusive gift.
Kedua laptop tersebut juga dapat dijajal langsung bersama ekosistem ASUS ProArt pada booth ASUS ProArt di Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026.
Dari sisi layanan, ASUS memberikan 3 Tahun Garansi Internasional dan 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty. Layanan tersebut dilengkapi ASUS Premium Services, termasuk penjemputan dan pengantaran unit servis tanpa biaya, antrean perbaikan prioritas melalui FastLane serta pembersihan profesional Laptop Spa.
Layanan purnajual tersebut tersedia melalui 141 ASUS Service Center di Indonesia.
Kehadiran ProArt P14 dan P16 menandai semakin seriusnya arah perangkat kreator menuju era komputasi AI lokal. Dengan Unified Memory 64GB dan 128GB, CUDA 6.144 core serta kemampuan menjalankan model AI secara lokal, ASUS mencoba menjadikan laptop bukan lagi sekadar alat produksi konten, tetapi workstation AI yang bisa dibawa ke mana saja. (F64)
