
Ambon, Fakta64.com — Cuaca buruk disertai jarak pandang sangat terbatas (low visibility) kembali melumpuhkan operasional penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon. Setelah sejumlah penerbangan mengalami delay dan pembatalan pada Senin (19/10/2026), seluruh penerbangan pada Selasa (20/10/2026) terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon menyebut kondisi bad weather dan low visibility masih melanda wilayah udara Ambon. Kondisi tersebut berada jauh di bawah standar keselamatan penerbangan sehingga operasional penerbangan tidak dapat dipaksakan.
Pada Senin (19/10), sejumlah penerbangan masih berstatus delay, di antaranya rute Ambon menuju Saumlaki, Namrole, Langgur, Sorong, Ternate, Makassar, hingga Surabaya.
Sementara itu, penerbangan menuju Jakarta, Wahai, Banda Neira, dan Sanana berstatus cancel.
Gangguan semakin parah pada Selasa (20/10). Seluruh operasional penerbangan dari Bandara Pattimura dibatalkan akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Sejumlah rute yang terdampak meliputi Jakarta, Makassar, Surabaya, Ternate, Saumlaki, Nabire, Langgur, Namlea, Sorong, Moa, hingga Dobo.
Kondisi ini membuat aktivitas penumpang di terminal Bandara Pattimura ikut terdampak. Menghadapi situasi tersebut, pihak pengelola bandara menyalurkan Service Recovery Action (SRA) berupa makanan ringan dan minuman kepada penumpang yang terdampak.
General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pengguna jasa. Situasi bad weather dan low visibility ini sangat tidak terprediksi, namun keselamatan dan keamanan (safety and security) penerbangan mutlak menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” kata Johan.
Menurutnya, SRA diberikan sebagai bentuk empati dan pelayanan tambahan bagi penumpang yang masih tertahan di terminal akibat gangguan penerbangan.
Pihak bandara, lanjut Johan, juga memastikan fasilitas terminal tetap dalam kondisi nyaman, mulai dari kebersihan fasilitas umum, suhu ruangan, hingga kesiapsiagaan petugas dalam membantu penumpang.
“Kami berupaya semaksimal mungkin memastikan fasilitas umum tetap bersih, suhu ruangan tetap sejuk, dan petugas kami selalu bersiaga membantu penumpang sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak maskapai,” ujarnya.
Untuk penerbangan yang dibatalkan, penumpang diarahkan mendatangi loket Customer Service masing-masing maskapai untuk mendapatkan informasi terkait proses refund maupun reschedule.
Manajemen Bandara Pattimura juga menegaskan bahwa penanganan kompensasi, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang penerbangan yang terdampak pembatalan akibat cuaca berada pada kewenangan maskapai.
Sementara pengelola bandara berfokus memastikan fasilitas terminal tetap berfungsi dengan baik serta membantu penyampaian informasi kepada para pengguna jasa.
Dalam kondisi tersebut, maskapai menyediakan opsi refund atau penjadwalan ulang bagi penumpang sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa biaya tambahan terkait perubahan perjalanan akibat gangguan cuaca.
Gangguan penerbangan akibat cuaca buruk ini kembali menunjukkan tingginya kerentanan konektivitas udara Maluku terhadap kondisi atmosfer. Ketika jarak pandang turun di bawah batas keselamatan, penerbangan tidak bisa sekadar dipaksakan demi mengejar jadwal.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi batas yang tidak bisa ditawar. (F64)
