
Jakarta, Fakta64.com — Di tengah merosotnya pendanaan perusahaan rintisan digital Indonesia, Telkomsel kembali membuka NextDev ke-12, program impact incubator yang menyasar para purpose-driven technopreneurs untuk mengembangkan solusi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mengusung tema “AI-Powered Innovations”, NextDev tahun ini memberi prioritas kepada technopreneur yang telah memanfaatkan maupun mengeksplorasi AI untuk menghasilkan solusi yang menjawab persoalan sosial dan lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi penting di tengah tekanan pendanaan startup. Pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia tercatat merosot 94,8 persen sepanjang 2021–2025, sementara Indonesia baru mengantongi sekitar 4 persen pendanaan AI di Asia Tenggara.
Telkomsel ingin mengisi celah tersebut dengan mendorong technopreneur lokal tidak sekadar mengejar teknologi, tetapi juga membangun fundamental bisnis, memahami kebutuhan pasar, serta menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan NextDev dirancang sebagai ruang bagi technopreneur untuk membuktikan bahwa teknologi, termasuk AI, mampu menjawab persoalan nyata.
“NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata,” kata Fahmi dalam rilis yang diterima media ini.
Menurutnya, sebagai impact incubator, NextDev tidak hanya mendampingi pengembangan teknologi, tetapi juga memperkuat aspek bisnis dan dampak sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel.
Program CSR tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari komitmen Telkomsel dalam memperkuat para founder dan solusi digital yang berpotensi mengakselerasi kemajuan Indonesia.
NextDev ke-12 akan berlangsung melalui tiga tahapan utama, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Sejak tahap awal, proses kurasi akan memprioritaskan solusi yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi teknologi AI.
Penilaian mencakup performa bisnis, dampak yang dihasilkan, keunikan inovasi, hingga kualitas dan kesiapan para technopreneur.
Dari proses tersebut, 20 technopreneur akan masuk tahap validasi dan pitching sebelum disaring menjadi 10 peserta NextDev Academy.
Mereka akan mendapat pendampingan dari mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran hingga produktivitas. Pendampingan diarahkan untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan operasional, serta mengoptimalkan AI sebagai sumber nilai tambah.
Pengalaman tersebut juga dirasakan alumni NextDev. Best Technopreneur NextDev ke-10 sekaligus Founder & Director Luarkampus.id, Syekh A. Ageng, menilai NextDev menjadi ruang penting untuk menguji solusi sekaligus memperkuat fondasi bisnis.
Berangkat dari Pontianak, ia menyebut program tersebut membuka akses terhadap koneksi, wawasan AI dan peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
“Jangan tunggu semuanya sempurna, karena proses inilah yang bisa membantu kita membangun inovasi yang semakin jitu dan berdampak,” ujarnya.
Tak berhenti pada inkubasi, 10 technopreneur terbaik juga berpeluang menjajaki kolaborasi bisnis dengan unit terkait di Telkomsel.
Kolaborasi dapat dimulai dari eksplorasi kebutuhan, pengembangan dan uji coba solusi hingga peluang integrasi maupun komersialisasi, menyesuaikan kesiapan serta relevansi masing-masing solusi.
Perkembangan bisnis dan bukti dampak para peserta selanjutnya akan dipresentasikan dalam NextDev Summit 2027.
Untuk memperluas penjaringan talenta, Roadshow NextDev tahun ini digelar di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung dan Yogyakarta, sekaligus menghadirkan Pitching Battle.
Melalui ajang tersebut, technopreneur lokal yang lolos kurasi awal dapat mempresentasikan solusi mereka di hadapan panel juri untuk memperoleh masukan, eksposur dan peluang melaju ke seleksi nasional.
Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari total 6.798 pendaftar, dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor.
Para alumninya terus berkembang melalui akselerasi dan kolaborasi dalam ekosistem Telkomsel, termasuk di sektor pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi hingga gim digital.
Telkomsel membuka pendaftaran NextDev ke-12 bagi technopreneur dari seluruh Indonesia mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026.
Solusi yang dicari bukan sekadar inovasi berbasis teknologi, tetapi harus memiliki relevansi terhadap persoalan, potensi dampak, keunikan inovasi serta fondasi bisnis yang kuat untuk berkembang. (F64)
