
Ambon, Fakta64.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membantah tudingan bahwa kekayaan pribadinya meningkat secara tidak wajar sejak menjabat kepala daerah. Ia menegaskan tidak ada penambahan aset pribadi yang diperoleh selama memimpin Provinsi Maluku.
Hendrik menyebut perubahan nilai kekayaan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) lebih disebabkan kenaikan harga pasar aset lama serta pembaruan data kepemilikan yang sebelumnya belum tercatat secara lengkap.
“LHK saat ini adalah laporan perubahan terhadap LHK sebelumnya yang dibuat oleh Tim Pemenangan HL waktu maju sebagai CAGUB Maluku 2025,” kata Hendrik, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan nilai aset tidak serta-merta menunjukkan adanya pembelian properti baru. Tanah yang dibeli bertahun-tahun lalu, menurutnya, mengalami perubahan nilai seiring perkembangan harga pasar.
“Tanah yang dibeli 10 tahun lalu pasti nilainya berubah sekarang,” ujarnya.
Selain kenaikan harga pasar, Hendrik mengakui terdapat sejumlah aset lama yang belum tercatat dalam laporan sebelumnya karena kendala teknis administrasi. Ia menegaskan aset tersebut telah dimiliki jauh sebelum dirinya menjadi anggota DPR RI maupun Gubernur Maluku, dan kini telah dimasukkan dalam sistem e-LHKPN KPK RI.
Hendrik pun meminta pihak yang menuding adanya penambahan kekayaan tidak wajar agar menunjukkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Silakan buktikan harta kekayaan Gub HL yang diperoleh setelah menjadi Gubernur. Tidak ada tambahan aset pribadi apa pun,” tegasnya.
Ia juga menyatakan kebutuhan operasional sehari-hari sebagai gubernur menggunakan fasilitas kedinasan milik Pemerintah Provinsi Maluku, termasuk kendaraan dan rumah jabatan.
Di tengah sorotan terhadap harta kekayaannya, Hendrik mengingatkan publik agar tidak menyebarkan tuduhan tanpa dasar yang jelas.
Menurutnya, pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
“Jangan sebarkan kebencian dan keculasan ke publik tanpa alasan karena akan berakibat hukum jika tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Hendrik turut menyinggung perjalanan politiknya yang telah beberapa kali mengikuti kontestasi pemilihan legislatif hingga Pilkada Gubernur Maluku. Ia menilai rekam jejak tersebut menjadi konteks untuk memahami kondisi finansialnya sebelum menduduki jabatan publik.
“Pertarungan politik demikian banyak memangnya modal dengkul? Yang benar sajalah,” ungkapnya.
Meski membantah tudingan tersebut, Hendrik menyatakan tidak ingin larut dalam polemik. Ia memilih memusatkan perhatian pada pelaksanaan tugas dan pembangunan daerah.
“Saya buktikan dengan membalas bekerja yang baik untuk kebaikan Maluku,” pungkasnya. (F64)
