
Ambon, Fakta64.com — Penguatan ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kembali menjadi perhatian Bank Indonesia Provinsi Maluku melalui penyelenggaraan Maluku Manggurebe 2026.
Memasuki tahun keenam, agenda regional high-level event yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) tersebut kembali digelar di Kota Ambon mulai Kamis (8/10/2026).
Mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing,” kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai ruang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha Maluku.
Asisten Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI dan Syariah Bank Indonesia Provinsi Maluku, Athufail Araafi Soeripto, mengatakan Maluku Manggurebe dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun keenam menunjukkan bahwa Manggurebe telah berkembang menjadi salah satu agenda ekonomi kreatif yang memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat Maluku.
“Sejak teaser diunggah awal September, antusiasme masyarakat begitu tinggi. Maluku Manggurebe memang telah menjadi salah satu agenda yang sangat dinantikan,” kata Athufail dalam jumpa wartawan, beberapa waktu lalu.
Dari sisi substansi, penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah pendekatan baru. Selain mempertemukan konsumen dengan produk UMKM, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap ekonomi berkelanjutan dan memperluas ruang interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat.
Agenda Workshop Hijau, misalnya, memberikan ruang edukasi mengenai pengelolaan dan daur ulang sampah. Sementara fashion show lokal menjadi panggung untuk memperkenalkan kreativitas pelaku industri fesyen daerah.
Ruang ekspresi komunitas serta diskusi yang melibatkan generasi muda dan Gen-Z juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Forum tersebut diharapkan dapat membuka perspektif baru mengenai perkembangan ekonomi, kreativitas, serta peluang usaha di masa mendatang.
Pada sisi lain, aktivitas transaksi tetap menjadi bagian utama. Pesta belanja UMKM yang dipadukan dengan kegiatan olahraga massal Zumba dan pertunjukan musik selama tiga hari diharapkan mampu menciptakan pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan eksposur produk-produk lokal.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM tidak semata bertumpu pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang memungkinkan produk lokal memperoleh akses pasar, membangun jejaring, serta meningkatkan nilai tambah.
Bank Indonesia Provinsi Maluku berharap Maluku Manggurebe dapat berkontribusi terhadap penguatan fondasi ekonomi daerah melalui UMKM yang semakin kreatif, inovatif dan adaptif.
Pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dalam konteks tersebut, tidak hanya diukur dari meningkatnya aktivitas transaksi, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan bersaing.
Sementara itu, kehadiran sejumlah artis lokal maupun nasional masih menjadi bagian yang ditunggu masyarakat. Athufail mengatakan daftar pengisi acara masih dalam tahap finalisasi.
“Soal guest star artis lokal maupun nasional masih dalam tahap finalisasi dan bakal kami spill di Instagram resmi Bank Indonesia Provinsi Maluku,” ujarnya.
Dengan kombinasi promosi produk, penguatan kapasitas, kolaborasi komunitas, edukasi dan hiburan, Maluku Manggurebe 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Event ini menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan potensi UMKM Maluku dengan pasar, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. (F64)
