
Ambon, Fakta64.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengancam sejumlah wilayah di Kota Ambon. Sedikitnya 15 kejadian Karhutla telah ditangani Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon sejak Agustus hingga Oktober 2026.
Kemarau panjang yang disertai angin kencang menjadi faktor yang memperbesar risiko kebakaran di sejumlah kawasan Pulau Ambon.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan Pemkot Ambon tidak tinggal diam menghadapi ancaman Karhutla yang terus muncul.
“Kita lakukan penanganan. Kita tidak tinggal diam. Pemerintah hadir di setiap kebakaran yang terjadi,” tegas Wattimena kepada wartawan usai nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia versus Thailand di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (6/10/2026) malam.
Menurut Wattimena, setiap laporan yang diterima melalui call center darurat 112 langsung direspons petugas gabungan di lapangan. Penanganan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, camat, kepala desa hingga lurah.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah bukan sekadar soal pejabat mendatangi lokasi kebakaran, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan penanganan dan bantuan.
“Kehadiran pemerintah bukan soal siapa yang hadir, tapi kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat mengatasi kebakaran,” ujarnya.
15 Karhutla, Sejumlah Wilayah Ambon Terdampak
Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon mencatat sedikitnya 15 Karhutla terjadi sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.
Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Sirimau yang mencakup kawasan Kahena dan Batu Merah. Kemudian Kecamatan Nusaniwe, termasuk Gunung Nona, Kampung Siwang dan Negeri Urimesing.
Karhutla juga terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Ambon dan Kecamatan Leitimur Selatan.
Wattimena mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau panjang membuat vegetasi mudah terbakar, sementara angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
“Kami sudah mengimbau berkali-kali, mari kita menjaga dengan tidak membakar atau membuka lahan baru lewat membakar,” tuturnya.
Kualitas Udara Memburuk, Warga Diminta Waspada
Ancaman Karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara di Kota Ambon.
Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, Pemkot Ambon bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah kota terus memberikan informasi mengenai perkembangan kualitas udara harian dan menyalurkan bantuan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.
Wattimena menekankan kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang ditambah angin kencang membuat potensi kebakaran semakin tinggi.
“Situasi kekeringan berkepanjangan dan angin kencang sangat mudah memicu kebakaran,” tandasnya.
Pemkot Ambon kini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering.
(F64)
