
Ambon, Fakta64.com – Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat menangani dampak insiden yang terjadi di Desa Patahuwe dan Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Pemerintah memastikan kondisi keamanan di kedua wilayah tersebut hingga kini tetap aman dan terkendali.
Atas arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Affandi Hasanusi bersama tim yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna Provinsi Maluku, Tagana Kabupaten SBB dan Dinas Sosial Kabupaten SBB turun langsung meninjau lokasi pengungsian warga Patahuwe, Sabtu (12/9/2026).
Dari hasil peninjauan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Patahuwe dan Lisabata secara umum dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam Gubernur Maluku atas musibah yang dialami masyarakat. Warga diminta tetap tenang, menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Pemprov Maluku juga meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memperkuat pesan tersebut, tim di lapangan turut memutarkan video imbauan Gubernur Maluku kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan agar pesan pemerintah dapat diterima secara langsung dan menjadi pedoman bersama dalam menjaga ketenangan di wilayah terdampak.
Tak hanya memantau kondisi keamanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi para pengungsi. Bantuan tersebut diterima Camat dan Kepala Desa untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Penanganan terhadap rumah warga yang terbakar juga menjadi perhatian pemerintah. Pemprov Maluku bersama Pemkab SBB, TNI dan Polri memastikan rumah-rumah terdampak akan mendapat penanganan.
Sesuai arahan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten SBB serta penyampaian Dandim setempat, pembangunan kembali rumah warga yang terbakar akan diupayakan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
Perhatian juga diberikan kepada warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Salah satu korban luka tembak dari pihak Negeri Lisabata telah dirujuk ke RSUP Leimena Ambon untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara keluarga korban yang mendampingi telah difasilitasi dan ditampung di Rumah Singgah Dinas Sosial Provinsi Maluku di kawasan Passo.
Gubernur Maluku menegaskan, seluruh biaya pengobatan korban menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan warga terdampak memperoleh perlindungan, bantuan dan pelayanan, sekaligus mencegah situasi berkembang menjadi lebih luas.
Pemprov Maluku kembali mengajak masyarakat Patahuwe dan Lisabata serta seluruh pihak terkait untuk menjaga ketenangan, keamanan dan persaudaraan. Setiap persoalan diminta diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dipercayakan kepada aparat penegak hukum.
Pemerintah berharap semangat menahan diri, persaudaraan dan gotong royong menjadi kunci pemulihan, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan kondisi di wilayah tersebut segera pulih. (F64)
