
Ambon, Fakta64.com – Program stimulus ekonomi berupa diskon tarif tiket kapal yang digulirkan pemerintah mendapat respons tinggi dari masyarakat Maluku. Hingga 20 Juli 2026, sebanyak 11.845 penumpang di wilayah kerja PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon telah memanfaatkan potongan tarif tersebut untuk bepergian ke berbagai daerah di kawasan timur Indonesia.
Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, mengatakan program diskon yang berlangsung selama masa libur sekolah tahun ini memiliki durasi lebih panjang dibandingkan program serupa pada periode Natal dan Idul Fitri.
“Pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket kapal tidak hanya saat Natal dan Lebaran, tetapi juga selama libur sekolah. Program ini berlangsung selama 57 hari, mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026,” katanya, Rabu, (22/7/2026).
Dalam program tersebut, pemerintah memberikan diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket kelas ekonomi untuk seluruh trayek kapal penumpang PELNI sebagai upaya mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian.
Menurut Ridwan, tingginya minat masyarakat terlihat dari peningkatan jumlah penumpang sejak program diberlakukan. Namun, ia mengingatkan bahwa diskon tersebut dibatasi oleh kuota nasional yang sewaktu-waktu dapat habis sebelum masa program berakhir.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun pemerintah menetapkan kuota. Jika kuotanya habis sebelum 15 Agustus, maka program otomatis berakhir,” ujarnya.
Secara nasional, hingga 20 Juli 2026, kuota program telah dimanfaatkan oleh 660.664 penumpang atau sekitar 96 persen dari total kuota yang disediakan pemerintah. Artinya, hanya tersisa sekitar empat persen kuota yang diperkirakan akan habis dalam waktu dekat.
“Melihat perkembangan saat ini, kemungkinan besar kuota akan habis sebelum 15 Agustus,” tambahnya.
Di Ambon, PELNI mengoperasikan sedikitnya 10 kapal penumpang, yakni KM Labobar, KM Nggapulu, KM Dorolonda, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sirimau, KM Leuser, KM Sangiang, KM Tatamailau, dan KM Pangrango, serta menyiapkan kapal tambahan apabila terjadi lonjakan penumpang.
Data PELNI Ambon menunjukkan rute Ambon–Banda Neira menjadi tujuan paling diminati dengan 4.945 penumpang, disusul Ambon–Baubau sebanyak 3.724 penumpang, dan Ambon–Tual dengan 3.176 penumpang.
Ridwan menilai tingginya jumlah penumpang pada rute-rute tersebut membuktikan bahwa kebijakan diskon tarif kapal efektif meningkatkan aksesibilitas masyarakat ke berbagai wilayah di Indonesia Timur, sekaligus memperkuat konektivitas antarpulau selama musim libur sekolah.
Meski demikian, ia menegaskan capaian akhir program stimulus di Ambon masih menunggu proses rekapitulasi nasional yang dilakukan kantor pusat PELNI.
“Perhitungan resmi masih dilakukan secara nasional,” pungkasnya. (F64)
