
Ambon, Fakta64.com – PT Jasa Raharja (Persero) mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas, perusahaan pelat merah ini membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,30 triliun, melonjak 138,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp963,74 miliar.
Kinerja impresif tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (20/7/2026). Selain mengesahkan laporan keuangan dan laporan tahunan, RUPS juga mengevaluasi kinerja perusahaan, kepatuhan, pengendalian internal, hingga pelaksanaan program pendanaan usaha mikro dan kecil.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan lonjakan kinerja keuangan merupakan buah dari transformasi perusahaan yang dijalankan secara konsisten.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara,” ucapnya.
Menurutnya, tak hanya melampaui capaian tahun sebelumnya, laba bersih tersebut juga menembus 175,68 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Dijelaskan, dari sisi pendapatan, Jasa Raharja mencatat pertumbuhan positif dengan pendapatan asuransi mencapai Rp8,17 triliun, naik dari Rp7,49 triliun pada 2024. Hasil jasa asuransi tercatat sebesar Rp1,95 triliun, sementara pendapatan investasi meningkat sekitar 73 persen menjadi Rp1,40 triliun. Laba sebelum pajak juga melonjak menjadi Rp2,57 triliun.
“Fundamental perusahaan pun semakin kokoh. Total aset konsolidasian kini mencapai Rp20,63 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp12,62 triliun. Sementara itu, arus kas operasional meningkat hampir 115 persen menjadi sekitar Rp1,74 triliun,” tuturnya.
Lebih lanjut, dikatakan, Kondisi keuangan yang sehat tersebut menjadi fondasi penting bagi Jasa Raharja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan, terutama memastikan santunan bagi korban kecelakaan dapat disalurkan secara cepat dan tepat.
Diketahui, Kepercayaan terhadap kinerja perusahaan juga tercermin dari opini auditor independen yang kembali memberikan predikat “Wajar dalam Semua Hal yang Material”.
Selain itu, Jasa Raharja berhasil mempertahankan peringkat idAAA/Stable, yang menunjukkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
“Keberhasilan perusahaan tidak semata diukur dari besarnya laba, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat,” tegasnya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2025, perusahaan merealisasikan anggaran sebesar Rp32,33 miliar untuk pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, dan berbagai kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya berhasil mencapai target.
Layanan Santunan Kian Cepat
Transformasi perusahaan turut berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hingga Juni 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme Guarantee Letter (GL) mencapai Rp849 miliar, atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka.
Awaluddin menegaskan, peningkatan kualitas layanan merupakan bagian dari transformasi yang berorientasi pada pelayanan publik.
“Melalui penguatan digitalisasi, integrasi layanan dengan Polri dan rumah sakit, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap korban kecelakaan memperoleh perlindungan secara optimal,” ujarnya.
Kecepatan penyelesaian santunan juga terus membaik. Hingga Juni 2026, rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia hanya 1 hari 1 jam, didukung jaringan kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Tak hanya fokus pada penanganan pascakecelakaan, Jasa Raharja juga memperkuat upaya pencegahan melalui 4.366 program keselamatan transportasi selama semester I 2026. Program tersebut mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, penguatan infrastruktur, operasi terpadu lintas instansi, riset daerah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.
Dengan kombinasi kinerja keuangan yang terus menguat dan pelayanan yang semakin cepat, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perlindungan dasar yang efektif, mudah diakses, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. (F64)
